teman….
berapa lama sudah kita saling mengenal dan berkawan?
meski janji tak terucap katakan harapan berteman selamanya
isyaratkan tuntas saling mengerti satu sama lain
saling mendukung, saling menemani, saling menghibur
mengisi ceria musim demi musim kehidupan yang kita lalui…
katakan saja saat itu…
aku selalu ada untukmu dan kamu juga selalu ada untukku
bahwa kamu takut kehilangan aku, akulah paling mengerti
dan tak ingin kehilangan, aku sudah terbiasa ada kamu
seakan tali batin terjalin erat memasung kita teguhkan persahabatan
….apakah itu hanya pernyataan kosong? (saat itu)
tahukah kamu, teman?
saat ini sedang kupandang potret bisu wajahmu
kutatap tanpa rasa rindu sendu, tak ada gundah nan biru pilu
lagi….
….rasanya kukenali setiap arti lekuk gurat parasmu
senyummu, lirikanmu, tertawamu, candamu
bahkan dalam diam pun, kumengerti apa yang akan kau ucap
terbaca lewat rona wajah, bahasa kalbu, bahasa ragamu
seperti peramal terhebat jika tentang kamu
itu dulu……
dan kini…aku masih berpijak di tempat awalku
kadang masih kuingat engkau, namun tanpa perasaan istimewa
mungkin aku tak sayang lagi padamu, (maafkan aku)
mungkin aku tak peduli lagi dengan apa yang kau jalani dan alami,
juga tentang harapanmu, perjuanganmu, dan semua hasil karyamu,
aku tak mau tahu lagi.
jangan katakan aku yang memulai, tapi kaulah orangnya
jangan salahkan aku, namun tak mungkinkah itu kau orangnya?
aku hanya melihat apa yang tak kulihat
aku hanya mendengar apa yang tak kudengar
aku hanya merasakan apa yang tak kurasakan
……….
seharusnya tak kubutakan hatiku melihat bayang abu dirimu
saat kulihat senyum manis pertamamu.
mungkin aku yang bodoh, tapi tak kusesali
bisa jadi aku tak beruntung, tapi takkan aku kecewa
Tuhan pasti punya anugerah lain untukku
gantikan semuanya dengan yang lebih baik lagi
(Tuhan selalu sayang padaku, itu keyakinanku)
saat kupandang gambar dirimu
kian kusadari betapa asingnya dirimu bagiku
tak terbaca lagi jiwa teman karibku dulu
entah di mana dia hilangkan jati diri
kini kau tak lebih dari seorang asing bagiku…
yang hanya lewat di depan rumahku
sempat menoleh ke dalam rumahku lambaikan tangan
tapi tanpa mengetuk pintu, meski berhenti sejenak
kulongokkan wajahku dari jendela memandangmu.
hanya memandangmu saja.
hanya itu….seorang asing tak bernama…
**jangan sesali, jangan tangisi…terimalah ini
sebagai bagian dari perjalanan hidupmu
semangatlah…songsong esok penuh ceria
hatimu terlalu sempit untuk dendam
hatimu masih terlalu luas untuk menimbun kasih sayang.
Recent Comments