‘…membebaskan orang lain berarti membebaskan diri kita
dari mengucapkan kalimat-kalimat yang menyingkirkan orang lain
atau hal-hal yang kita pikir telah mengikat kita selama ini..’
…jika kita memendam kekesalan, seluruh pikiran, tubuh dan jiwa kita
akan menahan kekesalan itu….dan apabila kita menanggapinya
dengan cara-cara negatif dan destruktif, maka kita akan tetap terjebak
dalam masa-masa yang sudah terlewati ….atau disebut masa lalu.
Dan kita akan terus hidup dengan perasaan penuh kenangan, dan
itu akan menghalangi kita mengalami dan menikmati masa sekarang.
…kesediaan untuk melepaskan dan menyingkirkan kekesalan tersebut
merupakan suatu permulaaan untuk suatu ketenangan jiwa.
jika kita bersedia memaafkan orang lain, maka kita akan benar-benar
mengalami saat-saat yang membebaskan diri kita dengan hal-hal
menyangkut semua ketegangan dan energi negatif.
…itu sesuatu yang kita lakukan di dalam batin, bukan secara lahir,
dengan suatu pergumulan batin yang awalnya sungguh rumit…
diperlukan keikhlasan serta jiwa besar dalam memahaminya.
(kita akan rasakan bahwa kita jauh lebih penting dari beban masa lalu)
mengalah…bukan berarti kalah…
menang …tak pula berarti menguasai
——————
*untuk seorang mantan teman yang mungkin
masih menyisakan kekesalan pada orang lain.
kiranya cukupkan sampai di sini saja…
jalani hidupmu tanpa membawa bayangan itu.
(meski bayangan itu selalu mengusik hatimu)
Recent Comments