berada di mana engkau, belahan jiwaku?
adakah sedang berada di sempit ruang kecil sucimu
tempat engkau biasa berkeluh kesah pada dinding
atas semua bias sinar kelabu rona kehidupan
yang kadang tak berpihak padamu?
berada di mana engkau, jiwa kembarku?
adalah sedang berada di indah taman bunga hatimu
tempat engkau berdendang riang bersuka cita
nikmati semua keceriaan warna kehidupan
yang sesekali memberimu kesenangan?
berada di mana engkau, sahabat jiwaku?
atau engkau sedang berbicara pada alam semesta
di tengah padang sabana hatimu sendiri
tentang cinta dan kecintaan yang menyertai
halusinasi dan bayang khayalmu?
berada di mana engkau, pasangan jiwaku?
adakah engkau terbangun di malam sunyi sepi,
biarkan angin menelusup kisi-kisi jendela jiwamu
bawakan luapan gejolak kerinduan dan sepotong
cinta dariku yang senantiasa memandangmu
pastikan engkau ukir wajahku dalam kenanganmu?
berada di mana engkau, kekasih jiwaku?
masihkan di tempat semula menantikanku
yang terdiam dalam kacaunya kehidupan yang
menjebloskan paksa aku ke dalam hidupmu?
***
kuucapkan selamat datang dan selamat tinggal,
ciuman mesra yang kau tandakan lembut di bibirku
memberiku sebuah sisi makna berbeda bahwa
kasih mesra sepasang jiwa akan menyingkap tabir
rahasia kehidupan yang takkan mampu terlukiskan
dengan sejuta, berjuta kata sekalipun…
…aku mencintaimu dan kau cintai aku seperti itu
tiada keraguan sedikit pun jika kita bicara rasa hati
tapi biarkan cinta itu tetap berada di tempatnya.
kita tak berhak memilikinya,
kita hanya saling meminjamkan,
meski entah kapan harus mengembalikan.
Rere,
puisi ini ditulis penyair Sapardi Joko Damono.
Kucatat kembali untukmu :
———— AKU INGIN ———–
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan,
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…
*Thanks untuk Puisinya…
.
akan datang suatu hari atau saat dimana kita merasa lelah
dan bertanya dalam hati tentang mengapa dan tetap saja
tiada terjawab jua…
akan datang suatu waktu atau saat, ketika semua kerja dan tugas
telah kita lakukan, namun terasa sia-sia belaka
apa yang salah, manakah yang keliru
tetap saja udara hampa menyergap bagai sembilu
jalan berliku atau pun lurus terasa terlalu panjang dan jauh
hingga ujung jalan pun kian tak diharap tuk dicapai
karena hingga sekarang belum ternampak jua bayang ujungnya
meski telah jauh telah tertempuhi.
saat-saat ini akan tiba, namun peganglah di diri
bahwa jalan tak seperti nampaknya, tak seperti kelihatannya
bahwa realita hanya berupa bayang kabur untuk hari ini saja
matahari selalu berada di tempatnya menyinari
walau awan hitam menghalangi pandang hingga
tak mampu kita melihat apalagi menapak jalan itu
istirahatlah sejenak. lambankan langkah.
ambillah waktu untuk berhenti dan diam sementara
jika pun tak bisa, bahagiakan diri untuk saat ini
berbuat baik pada diri sendiri bukanlah kesalahan
berlembut-lembut pada diri,
menyayangi diri sendiri,
menghormati diri sendiri,
menghargai diri sendiri,
berikan kesempatan diri untuk bersuka cita
berikan istirahat untuk penat lelah diri
percaya akan adanya hal baru tumbuh di dalam diri
dan genggamlah erat keyakinan itu…
akan datang saat-saat itu
tapi kita akan baik-baik saja.
kita akan lewati begitu saja
dan kita akan terus melangkah…
Recent Comments