Adalah suatu kebenaran bahwa yang merenda
merajut serta membentuk nasib kita
adalah diri kita sendiri
menyadari bahwa jejak-jejak kaki yang kita buat hari ini
adalah jejak-jejak yang akan membawa kita ke hari esok
dan itu haruslah dibimbing oleh keyakinan kuat terhadap diri
kita
mengerti bahwa kegagalan, kemunduran dan luka hati
yang sering diberikan oleh hidup ini pada kita
hanya berfungsi sebagai batu loncatan menuju kebahagiaan
dan jika kita mengikuti jalurnya, bukannya berbalik mundur
namun kita akan menyadari kekuatan kita dan
bisa memandang kehidupan seperti dari puncak gunung
*segera ambil salah satu gitarmu, Re
mainkan lagu kesukaanmu, lagu-lagu kenanganmu
pasti terdengar sangat indah dalam petikan jemarimu
sementara bibirmu senandungkan puisi nan indah pula
lalu
bayangkan keindahan semua kenanganmu
masa lalu, masa kini dan masa nanti…
….dan (rasakan) semua terasa indah nyata hari ini..
Dalam hidup, sebisa mungkin takarlah segala sesuatunya dengan
takaran seimbang agar kekecewaan tak gampang bertandang
Kita hanya makhluk papa yang tak tahu apa-apa mana yang terbaik bagi kita.
Kadang yg kita anggap baik, ternyata tak lebih dari sebuah keburukan
Dan yang kita kira buruk, bisa saja ternyata kebaikan yang akan membelai
dan mengobati luka kesedihan kita.
Takarlah dengan seimbang….bahasa gaibnya sih disebut Proporsional.
Gagal,resah dan luka batin yang kerap merenda hari hari di sepanjang perjalanan langkah kehidupan kita adalah hikmah tuk mendewasakan , menegarkan dan membentuk diri dan jiwa hingga makin perkasa manakala kita dibenturkan dengan bermacam tragedi pada alam fana yang sejatinya adalah bekal indah yang akan kita bawa ke tujuan yang lebih kekal dan abadi.