Narsistku Sayang,
Narsistku Malang
Narsis
tiba-tiba menjadi ungkapan yang lasim kita dengar beberapa waktu
belakangan ini. Sebelumnya, jarang bahkan tidak. Kecuali bila Anda
temukan dalam teks-teks ilmiah. Kata ini kerap diadopsi.
Untuk
menemukan ‘contoh hidup’ pengidap Narsisme, tidaklah sulit. Nah, di
dunia maya banyak orang yang Narsis Abis ! Lihat saja para pengidap
narsis di berbagai macam mailing list atau pun forum-forum yang
terbentuk di dunia maya ini.
Tidak cuma itu, di weblog-weblog tertentu
juga Anda dengan gampang sekali dapat menemukan corak-corak Narsisme
yang tanpa malu-malu menampakkan wajahnya. Mereka yang tergolong
Narsist, selalu ingin menampilkan dirinya dengan tulisan-tulisan yang
bersifat profokativ. Bisa lewat isi tulisan, maupun penggunaan
bahasanya.
Melalui
tulisan tersebut, orang-orang ini mengharapkan perhatian kaum
sekelilingnya akan tersedot memandangi dirinya, dan segala apa yang ia
katakan. Ia dengan sendirinya menerima banyak tanggapan entah itu
tanggapan positif maupun negatif. Bagi kelompok orang seperti ini,
dalam lafal orang Jakarta, yang penting:"Lo mesti nanggapin tulisan Gue
gitu !"
Para
raja milis, yang secara ironi sering dikenal dengan sebutan
tarzan-tarzan milis, seringkali menggunakan kata-kata kotor dan kasar,
atau kerap disebut juga dengan menggunakan bahasa monyet. Tentu saja,
pasti banyak pula monyet yang menggemarinya, maklum bahasa yang
digunakan bisa lebih dimengerti dan juga diterima oleh mereka.
Para
pengidap narsis ini bisa juga dijuluki sebagai "Mr. Know-All".
Pasalnya, ketika berdiskusi atau berdebat tentang sesuatu hal di dalam
milis atau forum tertentu, jangan berharap mereka mau mengalah. Mereka
pun tidak mau menerima pendapat orang lain. Maklum kelompok ini sudah
pasti merupakan pengidap syndrom omnipotens. Merasa dirinya paling
pintar dan paling hebat diantero lingkungannya.
Pengidap
narsis bisa dinilai juga sebagai orang-orang yang ingin mendewakan
dirinya sendiri. Tidak ada ukuran lain yang digunakan untuk menakar
dirinya, selain, ya itu tadi, dirinya sendiri. Itu sebabnya, kita dapat
menyaksikan banyak orang menulis dengan begitu percaya dirinya, seolah
merekalah pada cerdik cendikia sesungguhnya. Sebab itulah juga banyak
juga yang menilai para pemilik blog maupun situs pribadi, adalah
orang-orang yang berpotensi menjadi narsisist, atau orang yang memiliki
sifat megalomania.
Menurut
Spencer A Rathus dan Jeffrey S Nevid dalam bukunya, Abnormal Psychology
(2000), mereka ini, kaum narsist selalu memandang dirinya dengan cara
yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan
berharap orang lain memberikan pujian. Kata narsis itu sendiri diserap
dari bhs Yunani = Narkissos atau Narcissus, salah satu tokoh mitos
Yunani.
Narcissus
itu adalah pemuda yang guaaanteng sekali, sehingga banyak perempuan,
bahkan para dewi yang jatuh cinta kepadanya. Namun karena
kesombongannya ia merasa tidak ada satupun perempuan yang layak untuk
menjadi pendampingnya. Oleh sebab itulah ia dihukum oleh Dewi Nemesis
sehingga akhirnya ia jatuh cinta terhadap dirinya sendiri. Hal ini
terjadi ketika ia melihat pantulan cermin wajahnya sendiri diatas
permukaan air, dan ia jatuh cinta terhadap dirinya sendiri. Untuk dapat
menatap wajahnya, ia seringkali bercermin diatas air, sehingga pada
suatu ketika jatuh daun ke atas air yang merusak gambaran cermin
wajahnya. Karena adanya guncangan air tersebut, ia menilai wajahnya
telah berubah menjadi buruk. Hal ini membuat ia jadi sedih sehingga
akhirya ia bunuh diri dengan meloncat ke dalam danau.
Akar
kata Narsis ini sendiri bisa diartikan juga sebagai mati rasa =
Narke(Yunani). Kata Narkotik pun diserap dari kata yang sama. Sebab
para pengidap narsis dianggap sudah mati rasa terhadap lingkungan
sehingga merasa dirinya yang paling hebat dan paling benar. Dan dalam
bhs Yunani kata Narsismus = Sombong.
Tidak
bisa dipungkiri, bahwa yang membuat dunia ini menjadisemakin meriah dan
ramai, adalah karena banyaknya para pengidap narsismet. Tanpa adanya
kehadiran mereka, bumi akan menjadi sepi. Dalam bisnis, karena ada nya
para narsisist inilah sehingga mobil-mobil mewah maupun pakaian-pakaian
bermerek jadi laku keras di pasar.
Wah!
By * sso yang mungkin menjadikan aku sebagai rival sejati…
seumur hidupnya…selama-lamanya...
Recent Comments