Archive for August, 2006

31
Aug

Pertama Ketika….

Ketika pertama kali….
aku tahu kau menikmati
pasti!
sangat menikmati
usah dipungkiri

selanjutnya….
lumrah jika ingin lagi
akan tersiksa karena ingin lagi
pasti ingin menikmatinya lagi

sejak sebelum ketika pertama
aku tahu kau pasti akan menikmati
lalu
aku tahu kau hanya akan nikmati
sekali….

takkan ada lagi lain kali
apalagi  …lagi dan lagi

hanya kenikmatan sekali itu
akan berbayang abadi
seperti saat pertama ketika
setan menyambut dan menyapamu
……HAI SAHABATKU !

*aku suara hati mu….

27
Aug

Somebody….

I want somebody to share
Share the rest of my life
Share my innermost thoughts
Know my intimate details
Someone who’ll stand by my side
And give me support
And in return
She’ll get my support
She will listen to me
When I want to speak
About the world we live in
And life in general
Though my views may be wrong
They may even be perverted
She’ll hear me out
And won’t easily be converted
To my way of thinking
In fact she’ll often disagree
But at the end of it all
She will understand me
Aaaahhhhh….

I want somebody who cares
For me passionately
With every thought
With every breath
Someone who’ll help me see things
In a different light
All the things I detest
I will almost like
I don’t want to be tied
To anyone’s strings
I’m carefully trying to steer clear of
Those things
But when I’m asleep
I want somebody
Who will put their arms around me
And kiss me tenderly
Though things like this
Make me sick
In a case like this
I’ll get away with it
And in a place like this
I’ll get away with it
Aaaahhhhh….

*Thanks to Handy…..
gemar mencoret dengan aneka warna sebagai inspirasi-nya
ehmm….

27
Aug

Sahabat atau Selingkuhan sih…?

Pake Dag-Dig-Dug or Not
                      
                         

Apa yang kita lihat
belum tentu seperti
apa yang mereka rasakan

Sahabat dan selingkuhan
terkadang tipis banget bedanya
hanya hati mereka yang tahu

Gampangnya
Tanya saja hatinya
Pake Dag-Dig-Dug or Not

————————————- diambil dari blogger temen

HAHAHAHAHA…
dalam perjalanan hidup kita, pastilah setidaknya
kita pernah bertemu dengan sahabat, apa pun jenisnya.
Sering kita dengar seseorang bercerita pada orang lain
‘gw punya sohib neh…si ini …atau si itu…
yaaah…dia seperti penyemangat buat gw…’
yeaah…cerita berkembang menjadi seru..
Lhaah kok?????
rupanya belum sempat tercetus aja…
‘dia sohib gw…tapi juga selingkuhan gw sih…’
hahahaha….

mencari sahabat dekat tentulah dengan pertimbangan khusus
ada kriteria-kriteria tertentu yang harus diberlakukan
terutama jika kita punya sahabat lain jenis (kelamin)

mencari sahabat adalah seperti mencari anak kunci kecocokan jiwa
membahagiakan jika kita bisa menemukan teman yang tepat
yang menjadi teman jiwa  dalam perjalanan hidup kita
( dengan catatan yang ini tak harus terkait dengan surat resmi )

nah dari sini kadang muncul perasaan serakah…
tapi itu manusiawi, kata nenek moyang lho.
Seperti misalnya, kalau dia memang baik, atau sangat baik…
(bisa) dibaca seperti :
…sangat pengertian, sangat sayang,
sangat perhatian, sangat sabar…bla…bla…bla…
pokoknya nyambung dengan jiwa kita deh…
atau dengan kata lain, dia seperti yang kita inginkan bangetttt
(dengan catatan, kok gak dari dulu seh ketemunya?)

lalu jika sudah begitu
kenapa kita 
‘tidak berupaya lebih dekat saja lagi’
…dekat lagi…dekaaaatt lagiii…wheleehhh!!
Hahahahaha…lu tu yeeeeeeee…
dari situlah kemudian relasi yang tadinya sebagai sahabat murni
kemudian berkembang menjadi  sahabat 
‘macam-macam’…


*pertanyaannya, mungkinkah ada persahabatan murni
antara dua jenis kelamin itu…pria dan wanita?
sementara kata pakarnya :
yang negatif dan positif itu saling tarik menarik?
wahhhh….
kalau kata tetanggaku : gak mungkeeeeeeennnn…

24
Aug

Memimpin dengan HATI

Oleh HW


Di
sekitar tahun 2001, saya pernah membaca buku karangan Pak Gede Prama,
yang berjudul : Memimpin dengan Hati. Sebuah buku yang merupakan hasil
dari perenungan beliau selama bertahun-tahun ini, menyatakan: fondasi
kepemimpinan yang kokoh terletak di hati. Dari dalam hati inilah
bercokol jiwa, sikap, dan sekaligus semangat yang tergambar dalam cara
kepemimpinan sehari-hari
. Bekerja dengan menggunakan hati memang menjadi sesuatu yang sangat langka akhir-akhir ini. Desakan
ekonomi serta ketatnya persaingan, membuat seorang pemimpin harus
berhitung matang tentang rasio-rasio untung-rugi setajam mungkin secara
matematis…Di sini, biasanya hati tidak lagi berbicara.

Sesungguhnya, terlepas dari buah pikiran Pak Gede itu, bekerja yang
hanya mengutamakan keterampilan teknis murni dan berorientasi pada
faktor untung-rugi, sudah tidak laku lagi.

Terbukti pula, pemimpin yang berhasil adalah yang tidak hanya didukung oleh keterampilan teknis dan kepintaran belaka. Yang tak kalah menentukan adalah emotional intelligence (EQ) yang tinggi.

EQ adalah kesanggupan memahami diri sendiri. Seseorang yang memiliki
self-awareness yang baik akan mampu mengendalikan dirinya sendiri
(self-control) secara efektif. Self-control di sini bukanlah kemampuan
seseorang menekan sedalam-dalamnya perasaan di lubuk hati, melainkan
kesanggupan mengelola segenap emosinya secara aktif.

Pada seorang pemimpin, EQ menjadi dominan lantaran ia bekerja berada
dalam satu kelompok, yang dituntut menunjukkan kerjasama team yang
solid serta hasil kerja yang efektif. Hanya pemimpin yang terampil dan
mampu mengendalikan emosinya secara positif atau bisa bekerja dengan
hati, yang dapat diandalkan keberhasilannya.

Beberapa komponen EQ yang
dapat menjadi ukuran sukses seorang pemimpin adalah:

Mawas diri, yang
dimaksudkan disini adalah kesediaan mengakui kekuatan,
kelemahan, emosi, kebutuhan dan dorongan diri sendiri. Umumnya ia tahu
apa yang diinginkan, dan mengapa menginginkannya
. Sehingga,
pemimpin ini akan lebih tegas dan fokus pada tujuan dan sasaran. Jika
ada sesuatu yang dianggap kurang mendukung sasaran, dengan cepat ia
memahami persoalan dan mengubah "kemarahan" menjadi hal yang
konstruktif.

Pengendalian diri :  ini merupakan komponen EQ yang membebaskan seseorang dari cengkeraman emosi.
Bahkan, pemimpin yang dapat mengendalikan diri mampu mengubah konflik
emosional menjadi solusi atau aktivitas yang bermanfaat. Pertimbangan
yang patut dipercayai, pemimpin yang dapat mengendalikan diri cenderung rasional dan mampu menciptakan lingkungan saling percaya dan adil.
Dengan demikian, ia dapat meredam pertentangan antar anggota di dalam
suatu organisasi. Di bawah pemimpin yang bisa mengendalikan diri,
anggota team-pun tidak akan gampang mengumbar emosi.

Motivasi
: Komponen
ini harus dimiliki pemimpin yang ber-EQ tinggi. Motivasi memacu orang
mencapai tuntutan dirinya dan tuntutan orang lain. Motivasi bisa datang
dari dalam diri maupun dari luar. Jika seorang pemimpin termotivasi
dengan baik, ia akan terlihat senang dengan pekerjaannya, senang
mencari tantangan kreatif, serta tentu saja senang meningkatkan kinerja
dan mengontrol tingkat keberhasilannya.
Akibat lain, pemimpin seperti
ini tidak mudah frustasi dan depresi akibat kegagalan yang dialami.

Empati : Dari semua komponen EQ, empati menempati tempat yang paling
mudah dikenali. Empati di sini bukan berarti menyetujui emosi team atau
memuaskan mereka begitu saja, melainkan memperhatikan aspirasi karyawan
bersama faktor-faktor lain dalam membuat keputusan.

Ada tiga alasan mengapa empati sangat penting dalam situasi sekarang, yaitu :

(1) peningkatan kebutuhan terhadap kelompok kerja

(2) kecepatan arus globalisasi

(3) kebutuhan menahan anggota team yang berbakat.

Ini merupakan pencetusan dari dimensi-dimensi EQ lainnya (mawas diri, pengendalian diri, motivasi internal dan empati).
Pemimpin cenderung efektif mengelola hubungan kerja bila mereka bisa
memahami orang lain, mampu mengendalikan emosi, dan berempati terhadap
orang lain.

Ketrampilan Sosial : Mereka yang berketerampilan sosial cenderung memiliki
pergaulan luas, pandai menemukan cara berhubungan dengan berbagai tipe
orang, dan yakin bahwa tidak ada hal penting yang dilakukan sendirian.
Orang-orang yang berketerampilan sosial bisa dikatakan sebagai ahli mengelola team dengan
baik, karena empati mereka berfungsi. Mereka juga ahli mempersuasi
orang lain dan ini merupakan wujud kombinasi dari mawas diri,
pengendalian diri dan empati.

Dengan keterampilan itu, diyakini dapat
mengembangkan kecakapan yang dipahami sebatas keterampilan teknis dan
kemampuan pengetahuan seseorang menjadi kompetensi yang mempunyai
cakupan lebih komprehensif, terdiri dari: motif, sifat, citra-diri,
peran sosial, pengetahuan dan keterampilan. Kompetensi inilah yang
diharapkan menjadi karakter mendasar seorang pemimpin. Sebab, ia bisa
mendorong lahirnya kinerja yang efektif dan superior dalam pekerjaan.
Nah, bukankah karakter-karakter seperti itu yang kita dambakan dari
pemimpin kita?

Sebelum saya lupa : Marilah kita bersama-sama
belajar dan menjadikan diri kita masing-masing untuk menjadi Pemimpin
yang memimpin dengan suara hatinya…dan selalu mawas diri.

——— ditulis oleh sahabatku, Bro HW  yang  berasal dari kota eh kampung yang sama, Penggemar Motor yang gila-gilaan, Juga seorang  Ayah dan Suami yang baik, katanya…
…Sukses terus ya Bro…All the best for you…Yok opo reks kabare, wis suwe gak metu prejengane sampeyan reek???  hahahaha…

*dengan sedikit  revisi redaksional.

24
Aug

bayang warna

Berikan aku sedikit waktu
agar kutuang jejak hati dan suara jiwaku


yang ajari aku tertatih sejuta upaya
untuk dengarkan suara-suara, desah-desah,
resah-resah serta gelisah-gelisah
yang tak terucapkan oleh lidah dan bibir
yang tak terdengar oleh telinga

yang tak tumbuhkan kepekaan diri

yang memaksa aku untuk
senantiasa meraba dan memaknai
bayang warna di balik warna, karena
sesungguhnya
sebuah warna tiada pernah tercipta sedemikian.

pahamilah
ia adalah kumpulan dari beberapa
yang lalu menjadi satu
lalu
beberapanya  berbaur menjadi suatu yang lain
lalu
berbaur…saling membaur…mawur
hingga kadang nyaris sulit termaknai  lagi


alangkah kayanya diri sejati jika bisa
memanen aneka warna dibalik warna
menjadikan dunia ini teramat indah syahdu
tertata dan ternikmati..


sungguh bebal pandir jika kita ingkari
semua yang ada dan segala kejadian
menjadikan kita makhluk kaya raya
dengan pengalaman lahir batin
hingga kita seharusnya malu
jika tak pandai bersyukur…

24
Aug

selagi masih ada waktu

dengarkan jika jiwamu yang berkata :
….dian lentera yang kau pegang bukan milik-mu
….nyanyian yang kau senandungkan bukan ciptaan jiwa sejati-mu
….bahkan jika kau bawa cahaya, tak berarti kau adalah sinar


kita adalah manusia-manusia kerdil
bukan si raksasa, raja berkuasa di alam maya
takkah terlalu miskin kita untuk membayar?
takkah terlalu kaya kita untuk berhutang?


kita adalah hanya diri kita…
makhluk kerdil, papa, terbiasa alpa, bahkan sangat hina
terlalu banyak kesalahan, carut marut dalam peristiwa lalu
tiada sadar giring halus kita terpuruk dalam palung
kemiskinan jiwa…


nampak detak waktu tak hendak beri pemakluman
….raih tanganku, kita tautkan hati dan tekad
untuk menjadikan diri kita
berubah sebaliknya.


selagi masih ada waktu,
meski hanya tinggal sekejap lagi


————————-


*I miss u, dear….

22
Aug

kenapa sih kamu?

kenapa sih kamu?
.…..suka cemburuan
……suka marah gak jelas
……suka menyalahkan

kenapa sih kamu?
……jarang sms
……jarang menelpon
……jarang bertandang

kenapa sih kamu?
……bete?
……bosen?
……malas?


kenapa sih kamu?

……jatuh cinta lagi?
……pacar baru lagi?
……bahagia lagi?

……ya sudah, pergi sana saja
emang siapa peduli kamu?

———————
*ternyata di mana-mana lelaki sama ya, mbak Re
kalau sudah usang, bakal di buang, bakal ditendang
** tapi barang usang bisa di daur ulang, dik
    namun jangan cari lelaki  yang terdaur ulang yaa
ha ha ha ha ha ha ha…….

22
Aug

Merdeka Separuh Hati

………….Merdeka
50-50


Keluar
rumah
hati serasa merdeka
berbuat apa saja
termasuk selingkuh


Tapi jangan lupa
kala elu keluar rumah
yang di rumah pun merasa merdeka
berbuat apa saja
termasuk selingkuh

 

comment :

Ha ha ha…di sini senang di sana senang
di mana mana hatiku senang…

rr

Tuesday,
August 22, 2006
————————– dari Blogspot teman.

20
Aug

sajak buat RERE

Hanya Angin dan Debu               

Sudah pula kubuka jendeladan pintu

Namunhanya angin dan debu

datang bertamu

Potluck, Bandung, Juli 2006.

*thanks to FF Alhamdulillah.. cercah bayang senja semburat lagi..
16
Aug

Sang Malang

Kuingat wajah bulan senja itu
yang memerah tersipu ketika mentari
mengerlingkan matanya menyapa lembut
mengucap selamat bersinar untuk malam yang sudah rindu

Namun sayang malang sang mentari
selamanya tak akan pernah ia bisa
temani rembulan dan hangat memeluk mesra
pada malam-malam yang merindu

Sudah ditetapkan bahwa mereka berjauhan
walau hasrat tinggi mengguncang jiwa
memaksa sang bulan tegar hampiri mentari
namun itu membuat bumi terang menjadi kelam

Dan itulah apa adanya sang malang…


————— by RK, 15 Agustus 2006

* kita tahu sejarah kisah penciptaan semesta oleh Sang Pencipta
  dengan rumusan rahasia yang hanya dikuasai oleh-NYA
  kita hanya tahu tentang ketetapan takdir kedudukan zat
  cukupkan bahwa kedekatan DUA itu adalah sebuah keajaiban
  meski bimbang hati bilakah keajaiban berarti harapan…(terakhir?)
  …\ RR




 

August 2006
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Pages