tajam tatap mata sinis itu
langsung mengarah tepat
menembus jantung hatiku
menggelegakkan darahku
memusingkan kepalaku
memberantakkan pikiranku
menjengahkan perasaanku
menghalangi niat baikku
memalaskan kreativitasku
mengacaukan susunan kataku
membuat kelu lidahku
dingin tajam tatapan sinis itu
apakah berasal dari gunung es
ataukah dari kincir angin
mengipas hati tergoda membara
hanya karena sepotong cinta
tak terbalas sempurna.
* rivalitas sisi lain sebuah hati
inginkan menampak di layar dunia rasa
unjukkan siapa lebih konyol
BANDUNG
Ringkih wanita berdandan menor
Kemana kembangmu hari ini?
Udara bercampur alkohol
Sisa mabok di pesta
malam-malam duka cita
Beban siang dan keruwetan yang
kau lampiaskan pada desah dan ranjang
Pagi yang pucat bertandang
bersama keriput dan angin
Di wajah yang tak mengarifi
usia
Hanya lilin yang mati di kue tart!
by FF , 20 Juli 2006
<via sms>
Tak
semestinya ku merasa sepi
Kau
dan aku di tempat berbeda
Seribu
satu alasan
Melemahkan
tubuh ini
Aku
disini mengingat dirimu
Kumenangis
tanpa airmata
Bagai
bintang tak bersinar
Redup
hati ini
Dan
kumengerti sekarang
Ternyata
kita menyatu
Di
dalam kasih yang suci
Kuakui
kamulah Cinta Terakhir
***Aku
di sini mengingat dirimu
Ku menangis tanpa airmata
bagai bintang tak bersinar
redup hati ini
Dan
ku mengerti sekarang
Ternyata
kita menyatu
Di
dalam kasih yang suci
Kuakui
kamulah Cinta Terakhir
Song by GIGI
Ehm……….
I love U
Recent Comments