Membaca pikiran adalah menganggap kita bisa mengetahui jalan pikiran
atau apa yang sedang terjadi di kepala orang lain tanpa pernah bertanya.
Bisa saja dinilai sebagai romantisme,
sebagai petunjuk rasa cinta dan kasih sayang,
……….ketika bacaan pikiran ternyata sesuai dengan fakta.
Sayangnya kadang emosi negatif turut mendampingi kondisi
proses membaca pikiran sehingga (mungkin saja) terjadi kesalahan baca,
hingga menimbulkan kesan gambaran yang terkontaminasi
dengan prasangka.
CONGRATULATION, Re!
Tdk ada yg perlu kamu ragukan lagi.
Kamu hanya perlu sedikit percaya saja.
COME ON, jangan keras hati dong
——- dari sebuah testimonial yang belum sempat ter-approved
05 Agustus 2006
Recent Comments