Berikan aku sedikit waktu
agar kutuang jejak hati dan suara jiwaku
yang ajari aku tertatih sejuta upaya
untuk dengarkan suara-suara, desah-desah,
resah-resah serta gelisah-gelisah
yang tak terucapkan oleh lidah dan bibir
yang tak terdengar oleh telinga
yang tak tumbuhkan kepekaan diri
yang memaksa aku untuk
senantiasa meraba dan memaknai
bayang warna di balik warna, karena
sesungguhnya
sebuah warna tiada pernah tercipta sedemikian.
pahamilah
ia adalah kumpulan dari beberapa
yang lalu menjadi satu
lalu
beberapanya berbaur menjadi suatu yang lain
lalu
berbaur…saling membaur…mawur
hingga kadang nyaris sulit termaknai lagi
alangkah kayanya diri sejati jika bisa
memanen aneka warna dibalik warna
menjadikan dunia ini teramat indah syahdu
tertata dan ternikmati..
sungguh bebal pandir jika kita ingkari
semua yang ada dan segala kejadian
menjadikan kita makhluk kaya raya
dengan pengalaman lahir batin
hingga kita seharusnya malu
jika tak pandai bersyukur…
Pengalaman hidup telah mengajari kita untuk bertindak lebih adil dan baik. Berbahagialah yang telah menorehkan keadilan dan kebaikan di muka bumi ini. Mereka yang jiwanya terpanggil menuntaskan ketertindasan manusia!!! Mereka yang jiwanya terpanggil menghentikan penghancuran kehidupan dari tangan sang TIRAN YANG SERAKAH!!! Karena sebaik-baiknya rasa syukur pada Pemberi dan Pemilik Kehidupan adalah dimanifestasikan dalam tindakan nyata sebagai khalifah di atas bumi.