24
Aug
06

bayang warna

Berikan aku sedikit waktu
agar kutuang jejak hati dan suara jiwaku


yang ajari aku tertatih sejuta upaya
untuk dengarkan suara-suara, desah-desah,
resah-resah serta gelisah-gelisah
yang tak terucapkan oleh lidah dan bibir
yang tak terdengar oleh telinga

yang tak tumbuhkan kepekaan diri

yang memaksa aku untuk
senantiasa meraba dan memaknai
bayang warna di balik warna, karena
sesungguhnya
sebuah warna tiada pernah tercipta sedemikian.

pahamilah
ia adalah kumpulan dari beberapa
yang lalu menjadi satu
lalu
beberapanya  berbaur menjadi suatu yang lain
lalu
berbaur…saling membaur…mawur
hingga kadang nyaris sulit termaknai  lagi


alangkah kayanya diri sejati jika bisa
memanen aneka warna dibalik warna
menjadikan dunia ini teramat indah syahdu
tertata dan ternikmati..


sungguh bebal pandir jika kita ingkari
semua yang ada dan segala kejadian
menjadikan kita makhluk kaya raya
dengan pengalaman lahir batin
hingga kita seharusnya malu
jika tak pandai bersyukur…




1 Response to “bayang warna”


  1. 1    Arif August 24, 2006 at 4:35 am

    Pengalaman hidup telah mengajari kita untuk bertindak lebih adil dan baik. Berbahagialah yang telah menorehkan keadilan dan kebaikan di muka bumi ini. Mereka yang jiwanya terpanggil menuntaskan ketertindasan manusia!!! Mereka yang jiwanya terpanggil menghentikan penghancuran kehidupan dari tangan sang TIRAN YANG SERAKAH!!! Karena sebaik-baiknya rasa syukur pada Pemberi dan Pemilik Kehidupan adalah dimanifestasikan dalam tindakan nyata sebagai khalifah di atas bumi.

Leave a Reply




 

August 2006
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Pages