Archive for August, 2006



11
Aug

Terbakar Pergi

Ilalang dan bunga rumput tumbuh liar di pekarangan hatiku
walau tak pernah sirami mereka dan tak juga memupuknya
mereka tumbuh lebat dan riang memenuhi pagar jiwa
hingga mereka tak hiraukan diriku yang mulai jengah

Kini mereka mulai memanjati dinding-dinding kenaifanku
memaksaku berontak dan berkelit dari pelukan mereka
aku yang semakin merasa disudutkan oleh keliaran itu
memutuskan tuk membakar rumah ini hingga mereka mati

Lalu, setelah kepulan asap terakhir diterbangkan bayu
perlahan kubuka kelopak mata yang sedari tadi terpejam
memandangi hitam berangus sisa ilalang dan bunga rumput
seraya mengais dan mencari dimana cintaku yang tadi berdiri

08
Aug

kisah hari ini

pagi :
aku malas sekali tapi aku baik-baik saja
banyak sms dan telepon masuk mencari aku
serasa aku berhutang saja ke semua orang
beberapa kubalas, beberapa kutangguhkan

siang :
ada berita, ada sms, ada telepon
ruwet, ribet, riweh
lebih baik aku diam saja….
menunggu siang menyelesaikan masalah.
aku diam, bukan karena lidah kelu
tapi aku sudah jemu

sore :
kian gelap dan sunyi saja menjelang malam
tak ada kabar berita, hanya aku mulai resah
ada di mana sekarang?
bagaimana kondisinya?
banyak tanya, tapi hanya dalam hati

malam :
tak ada kalimat terucap lalui bibir
semua tertulis rapi seperti puisi cinta
katakan maksudmu, kuungkapkan isi hatiku
tuntas sudah…lalu sirna ramai sekejap
entahlah bagaimana esok?

tengah malam :
siapa bisa tahu tentang isi hati
kerinduan itu semakin menggoda
memedihkan jiwa bergetar tersiksa
tapi takkan diberikan celah luang hati
sedih?  kecewa?  luka? bete?

ingin kulepaskan semuanya….
aku hanya ingin berdiam tanpa kata
tanpa airmata bahkan

.……namun sebelumnya :
lepaskan aku…
jangan kungkung aku dengan cinta sedemikian
biar saja aku lepas semua cintamu
mungkin lebih lapang jalan di depanku
lepaskan aku…
lepaskan aku…

———Jakarta, malam sunyi berkabut kelabu, 08/08/2006

06
Aug

Percaya Prasangka Percaya

Membaca pikiran adalah menganggap kita bisa mengetahui jalan pikiran
atau apa yang sedang terjadi di kepala orang lain tanpa pernah bertanya.
Bisa saja dinilai sebagai romantisme,
sebagai petunjuk rasa cinta dan kasih sayang,
……….ketika bacaan pikiran ternyata sesuai dengan fakta.
Sayangnya kadang emosi negatif turut mendampingi kondisi
proses membaca pikiran sehingga (mungkin saja) terjadi kesalahan baca,
hingga menimbulkan kesan gambaran yang terkontaminasi
dengan prasangka.


CONGRATULATION, Re!
Tdk ada yg perlu kamu ragukan lagi.
Kamu hanya perlu sedikit percaya saja.
COME ON, jangan keras hati dong

——- dari sebuah testimonial  yang belum sempat ter-approved
05 Agustus 2006

06
Aug

Di mana Hatiku

Kisah-kisah yang meniti waktu laluku
memberi banyak titik yang menjelaskan samar
aku tersadar dan bahwa kini aku mengerti
makna hidup adalah bagaimana aku mengisinya

Aku melayang seringan bulu tanpa beban
menebar sejuta senyum dan canda riang
betapa indah dunia yang kini kupandang
membawa nuansa bagi bunga dan ilalang disekitarku

Mungkin kurasa lebih berbahagia jiwa sepi ini
hingga kedua sayapku terbang entah kemana
biarkan saja aku bahagia dalam sendiri
dan tak usah lah kau tanyakan dimana hatiku



By RK  ———- 28 Juli 2006

03
Aug

Manakala…..

Pena telah selesai menulis,
lembaran demi lembaran telah terisi penuh,
dan semua kejadian yang akan terjadi telah dituliskan.

‘Janganlah kamu mengira bahwa berita bohong itu buruk bagimu.
bahkan ia adalah baik bagimu’

——– QS
an-Nur (24) : 11

‘Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka
itu adalah
disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,
dan Allah memaafkan sebagian besar
(dari kesalahan-kesalahanmu)’

———–QS asy-Syura (42) : 30

‘Yang demikian (siksaan) itu adalah karena
sesungguhnya Allah
sekali-kali tidak akan mengubah
suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya
kepada suatu kaum
hingga kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri
mereka’

———– QS al-Anfal (8) : 53

……CUKUPLAH ALLAH Sebagai PENOLONG kami
……….dan DIA-lah Sebaik-baik Penolong…..

Kesabaran, takdir dan pahala dari Allah adalah hal-hal penting
yang harus dijadikan bahan perenungan jika malapetaka sudah menimpa.
Ketahuilah Dia yang mengambil adalah Dia yang memberi pertama kali

**Kekayaan dan keluarga hanyalah pinjaman untuk sementara
Dan akan tiba saatnya pinjaman itu akan dikembalikan.


03
Aug

Deg!! …Oh Bayang Bencana

Hari demi hari, pikiran kita digerayangi berita
Selalu diperkosa oleh selebaran intimidasi intelektual
Kerap digagahi pernyataan-pernyataan membingungkan.

Suatu saat nanti, akan ada air bah sangat menggiriskan
di tanah tumpah darah yang kita cintai ini.
Lumatkan peradaban sebuah bangsa tersenyum
Deg!!
Ya Tuhan, Maafkan hamba….aku bingung Tuhan…
akankah aku harus percaya begitu saja?
Ataukah aku boleh mengabaikannya?

Aku tergugu dalam mangu, ragu, kaku, sendu
dalam ketiadaan kepastian


Tuhan, benarkah Engkau murka pada kami ?
Aku yakin Engkau tidak pernah marah pada kami
Tiada pernah kamu sebut Engkau Maha Pemarah,
Bagi kami Engkau adalah  Maha Pemurah.


Tuhan, aku tak terimakan
jika Engkau menjadi kambing hitam untuk semua hal
Jika Engkau menjadi tujuan gugatan manusia kecewa

Lalu kapan waktu menggugat manusia serakah?

Memangnya Tuhan biang keladi semua problema dunia?
Memangnya Tuhan rajin melancarkan kutukan?
Lalu ….jika bukan Tuhan, manusia kah sumbernya?
Tapi darimana manusia mendapatkan kekuatan super
luar biasa Itu untuk mengguncang bumi serta isinya?


Eksploitasi terhadap alam memang kebangetan.
Dasar bumi dikeruk, gunung sengaja digali
Lautan diserap tanpa henti, secara gerilya
Hutan menjadi bukti trend  penggundulan canggih
Sungai dituba dengan limbah menjijikkan
Udara perawan diperkosa oleh hitam legam polusi

Lalu adakah alasan untuk memaksa Tuhan ‘tinggal’ ?
Melindungi manusia yang mencelakakan diri sendiri?
Tak pernah bertobat sucikan diri demi kehidupan


*Maafkan aku Tuhan, aku tak bermaksud membela-MU
Lindungi kami semua Ya Tuhan jika memang itu harus terjadi
Tiada yang dapat menepis takdir selain memohon
perlindungan keselamatan dari MU


01
Aug

kesinisan nisbi

tajam tatap mata sinis itu
langsung mengarah tepat
menembus jantung hatiku
menggelegakkan darahku
memusingkan kepalaku
memberantakkan pikiranku

menjengahkan perasaanku
menghalangi niat baikku
memalaskan kreativitasku
mengacaukan susunan kataku
membuat kelu lidahku

dingin tajam tatapan sinis itu
apakah berasal dari gunung es
ataukah dari kincir angin
mengipas hati tergoda membara
hanya karena sepotong cinta
tak terbalas sempurna.

* rivalitas sisi lain sebuah hati
  inginkan menampak di layar dunia rasa
  unjukkan siapa lebih konyol

01
Aug

sebuah kota tua

BANDUNG

Ringkih wanita berdandan menor
Kemana kembangmu hari ini?
Udara bercampur alkohol
Sisa mabok di pesta
malam-malam duka cita
Beban siang dan keruwetan yang
kau lampiaskan pada desah dan ranjang
Pagi yang pucat bertandang
bersama keriput dan angin
Di wajah yang tak mengarifi
usia

Hanya lilin yang mati di kue tart!


by FF , 20 Juli 2006
<via sms>

01
Aug

Cinta Terakhir

Tak
semestinya ku merasa sepi
Kau
dan aku di tempat berbeda
Seribu
satu alasan
Melemahkan
tubuh ini

 Aku
disini mengingat dirimu
Kumenangis
tanpa airmata
Bagai
bintang tak bersinar
Redup
hati ini

 Dan
kumengerti sekarang
Ternyata
kita menyatu
Di
dalam kasih yang suci
Kuakui
kamulah Cinta Terakhir

 ***Aku
di sini mengingat dirimu
Ku menangis tanpa airmata
bagai bintang tak bersinar
redup hati ini

 Dan
ku mengerti sekarang
Ternyata
kita menyatu
Di
dalam kasih yang suci
Kuakui
kamulah Cinta Terakhir


Song by GIGI
Ehm……….
I love U

 




 

August 2006
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Pages