Kuingat wajah bulan senja itu
yang memerah tersipu ketika mentari
mengerlingkan matanya menyapa lembut
mengucap selamat bersinar untuk malam yang sudah rindu
Namun sayang malang sang mentari
selamanya tak akan pernah ia bisa
temani rembulan dan hangat memeluk mesra
pada malam-malam yang merindu
Sudah ditetapkan bahwa mereka berjauhan
walau hasrat tinggi mengguncang jiwa
memaksa sang bulan tegar hampiri mentari
namun itu membuat bumi terang menjadi kelam
Dan itulah apa adanya sang malang…
————— by RK, 15 Agustus 2006
* kita tahu sejarah kisah penciptaan semesta oleh Sang Pencipta
dengan rumusan rahasia yang hanya dikuasai oleh-NYA
kita hanya tahu tentang ketetapan takdir kedudukan zat
cukupkan bahwa kedekatan DUA itu adalah sebuah keajaiban
meski bimbang hati bilakah keajaiban berarti harapan…(terakhir?)
…\ RR
Yang di makasud tentang fenomena GERHANA BULAN/MATAHARI yaa..
wah… seperti membuktikan ungkapan klise, bahwa cinta yang tak bisa memiliki kenyataan lahiriah, tetap memiliki keteraturan ikatannya, dimana semua harus diikhlaskan apa adanya!!! Karena begitulah hukumnya yang abadi.