dengarkan jika jiwamu yang berkata :
….dian lentera yang kau pegang bukan milik-mu
….nyanyian yang kau senandungkan bukan ciptaan jiwa sejati-mu
….bahkan jika kau bawa cahaya, tak berarti kau adalah sinar
kita adalah manusia-manusia kerdil
bukan si raksasa, raja berkuasa di alam maya
takkah terlalu miskin kita untuk membayar?
takkah terlalu kaya kita untuk berhutang?
kita adalah hanya diri kita…
makhluk kerdil, papa, terbiasa alpa, bahkan sangat hina
terlalu banyak kesalahan, carut marut dalam peristiwa lalu
tiada sadar giring halus kita terpuruk dalam palung
kemiskinan jiwa…
nampak detak waktu tak hendak beri pemakluman
….raih tanganku, kita tautkan hati dan tekad
untuk menjadikan diri kita
berubah sebaliknya.
selagi masih ada waktu,
meski hanya tinggal sekejap lagi
————————-
*I miss u, dear….
Buatlah hidup menjadi lebih berarti… dan ini hanya jika kita tak hanya berpikir untuk diri sendiri di tengah samudera kaum yang didera derita.
Bukankah keutamaan hidup sebagai manusia yang kerdil di hadapan Tuhan adalah beribadah dan menyembah kepada-Nya? Lantas bagaimana makna serta nilai ibadah dan penyembahan atas kebesaran dan keagungan-Nya jika kita hidup membiarkan… bahkan menjadi pelaku penyebab dera derita jutaan kaum yang melarat?
Bersegeralah… karena hanya dengan ini jiwa kita menjadi lebih kaya!!!