….sesungguhnya, perjalanan waktu yang kita tempuh
telah melampaui ambang segala gurat bahasa buana
yang membawa kita membumbung tinggi melesat
menuju pusat daya jiwa, nirwana kesepian ceria
….meski tanpa hingar bingar dan aroma menusuk
namun selalu ingin semburatkan rona pendar bahagia
saat kebahagiaan datang
saat kesengsaraan bertandang
….hatiku tetap bersamamu
karena aku adalah Cinta yang kau dambakan,
walau tak ingin mu terjebak pada kejujuran nurani
yang kau kira itu adalah kelemahan diri
bahwa Cintai aku adalah sebuah kekalahan….
Sungguh, siapa kiranya dirimu, manusia bodoh sombong?
namun jujur saja kesombonganmu telah menahan pergiku
hingga
akan kuikuti sampai di mana karma akan mendapatkanmu
saat itu kukira akan kunikmati sebuah orgasme cinta sejati
* bagaimana cara cinta mencintai?
lihat, sadarkah diri?
kita sebegini dekat, nafasmu pun tercium olehku
tapi kita tak lagi bercakap, apalagi bercanda
kita sebegini dekat, bisik hatiku pun terdengar olehmu
tapi kita saling berlari menjauh, sembunyikan diri
tertinggal hanyalah sebuah ruang hati dikebiri
berdindingkan keangkuhan diri
berlantaikan kesombongan hati
yang sepertinya masih setia menanti
gelak marak kehadiran kita lagi
seperti dulu
*tiba-tiba malam ini kuingat kamu
kau setiakan feeling blue
laiknya tawa pahit di remang hampa
kadang aku cinta kamu, tapi juga benci
saat lain, aku benci tapi setengah mati cinta kamu
….tapi paling kubenci diri sendiri
….kenapa harus sedemikian kamu kucintai?
seluruh hidupku telah kau dominasi
kau kuasai atas nama cinta suci-mu
ruang jiwaku kian sesak oleh lukisan ulahmu
haru biru atas nama keangkuhan-mu
apa sih mau-mu?
kemarahanku, keterhinaanku
adalah berarti kepergian sejati diri
dengan kulepas dan kubakar bara cinta
dan hitam arang bara mendingin
aseli untuk bedak penyolot tawar diri
meski kaki tak henti menyeret pergi
tapi hati meronta bertahan diri
maka kupilih jalan sendiri, meski ngeri
untuk kembali tak jadi pergi
biarlah kujalani jika ini takdir Illahi.
Recent Comments