Archive for September 21st, 2006

21
Sep

Puisi : PUISI PERJALANAN 8


PUISI PERJALANAN 8


by: arifin brandan. copyright@2006

——————————————————–


aku masih seperti dulu,
mengepakkan sayap rindu, setia menjelajahi sepi
sesekali aku hinggap di
ranting-ranting waktu
kubawakan setangkai puisi yang tak pernah kau pesan.

kudendangkan satu lagu dari lirik luka yang tak pernah
kau nyanyikan.

aku masih seperti dulu,
tercenung dekat jendela kamar yang berdebu.
perabot-perabot lusuh, bingkai
potret dan pernak-pernik hiasan
seperti menyimpan kenangan hampa.

o, kangen ini, kangenmu juga.
kangen kita berdua tanpa riwayat kelanjutannya. ah, sudahlah.
biarkan saja
cahaya pagi menerobos masuk tanpa permisi.
toh, cinta sudah selesai sebelum
waktunya mekar.

bayanganmu tetap saja terbelenggu dalam etalase perjalanan ini.
kadang, datang
menyergap di antara lamunan malam.
membentur dinding ruang hampa lalu lenyap

tanpa tinggalkan jejak tak terlacak.

aku tetap sabar menantimu datang dengan seulas senyum
yang merekah bersama bunga
pagi yang warna-warni.
rasanya belum terlambat, bila kucium bibirmu di bawah
keluasan
langit yang masih menyisakan bintang-bintang
dengan cahayanya yang
mulai redup…

———jakarta, medio sept 06


*….terimakasih untuk kiriman puisinya ya..
jangan menyerah untuk lakoni hidupmu
kehidupan memang untuk dijalani bukan untuk dipersalahkan
selamat berjuang tuk menangkan tujuan hidupmu..\RR

21
Sep

Puisi : AGAR HATI INI MENCINTAI….


AGAR HATI INI MENCINTAI-MU SEKUAT KESETIAANMU

Malam dingin
kian menuju dini ketika hujan jatuh laksana Niagara
Kurasa selimutku dirapikan kembali menutupi tubuhku
Berulangkali, seakan dia tak ingin ku menggigil sebentar

Kulihat tangan itu dan sepasang mata yang sulit terpejam
Air mataku sulit untuk tidak mengalir
Ketika tampak sosok manusia yang selalu aku rindukan
hadir dalam jiwaku

Apakah yang kau rasakan saat ini,  wahai hatiku?
Kemanakah pikiranmu hingga matamu sulit terpejam?
Tidakkah menyenangkan hidup di dalam penantian
Memori demi memori pahit luka acap berulang kembali
terlontar lewat bibir indahmu
Sulitkah bagimu melupakan pahitnya masa lalu?

Terkagum aku akan kekuatan hatimu
Apakah kasih yang memimpinmu bertahan
hingga bertahun-tahun berlalu ?
Yang dalam pikiranmu, hanya tentang ‘dia’,
hanya tentang ‘mereka’ dan bukan tentang ‘saya’
Yang dalam lakumu hanya bagi kekasih-kekasihmu
dan hanya ‘nanti’ untukmu

Doaku menyertaimu
Agar hati ini mencintai-mu sekuat kesetiaanmu
Agar hidupmu bukan hidup semata yang tersisa
Yakni hidup dalam kelegaan dan cinta

——-  by Arya
dear, terimakasih untuk kiriman puisi-mu…
…………tetaplah terus mencintai.




 

September 2006
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Archives

Pages