Archive for September 22nd, 2006

22
Sep

puisi : PUISI MENANTI TUHAN DI BAR…

PUISI MENANTI TUHAN DI BAR TENDER
by: arifin brandan ~ copyright@2006
————————————————————

Tuhanku yang agung,
Seperti tahun-tahun sebelumnya,
kujumpai semangat mereka di gang-gang
sempit yang kumuh menyambut datangnya
ramadhan, bulan penuh pengharapan,
penuh berkah, dan penuh pengampunan dosa.

Tuhanku pemilik kerajaan semesta raya,
Untuk malam ini saja, ijinkan aku duduk sebentar di bar tender,
melabuhkan
segala sepi yang memenuhi jiwaku, melepas segala
penatku sambil menyusuri
kembali jejak pencarian untuk
benar-benar sujud khusyuk di hadapanmu.

Tuhanku yang perkasa,
Dari bar tender yang temaram ini, aku bagaikan berselancar
di tengah samudera
dzikir menanti Engkau datang menjenguk
sepi gelisahku. Dan aku yakin benar,
Engkau selalu hadir
bersama mereka yang teraniaya hidupnya, bersama mereka yang
meregang nyawa karena kelaparan dan kedinginan, bersama
kaum miskin papa yang
sekarat, dan bersama anak-anak
yang terlantar dan diterlantarkan hidupnya.

Tuhanku yang pengasih dan penyayang,
Dari bar tender yang temaram ini,
aku terbang bersama angin malam
yang dipenuhi doa puja-puji
permohonan kepada-Mu.
Dan aku yakin benar,
Engkau tak hanya memberi
pengampunan kepada jamaah yang
hadir di mesjid atau surau-surau,
tapi engkau senantiasa membuka
pintu gapura langit bagi para
waitres atau pelacur sekalipun
yang menitikkan airmata karena malu diri
dan merasa tak pantas hadir berada
di tengah jamaah yang menyesaki
masjid#8211; mesjid di awal ramadhan ini.

Tuhanku yang sempurna, untuk malam ini saja, ijinkan aku duduk
sebentar di bar
tender. terimalah puisiku kali ini sebagai doa
khusus bagi mereka yang
teraniaya hidupnya, dan bagi mereka
yang belum sempat berdoa.
aku berharap doa ini terbang bersama angin malam,
menguap bersama embun yang
menempel di daun-daun,
dan akhirnya tiba di pintu langit-Mu.

23.9.06 ———— by arifin brandan.

22
Sep

…. perempuan seperti aku

……Aku mungkin perempuan tak terduga
dalam bayangku  nyata dan khayali

semua pintu dunia terbuka lebar ingin kumasuki semauku
kulipat ragawi  tuk lalui kecil celah mencari sejuk sinar
beri ruang tuk keluasan jiwaku bila menginginkan.



Aku manusia bebas…seperti  bidadari girang melayang.
jelajahi ruang kebebasan jiwa dengan tinggi cita cinta
terbang bebas dengan rahasia hati nan pasti,
tak inginkan terbawa angan atau angin sembarang

……Aku mungkin benar perempuan tak terduga…

bisa jinak laiknya manja anak kucing bergelung geliat
bisa ganas liar bak induk harimau terbuas yang terluka
siap mencabik, menyerpih dan melumatkan siapa saja

       ….Andai kau melukakan hatiku
dingin, akan kuhancurkan kau hingga tak bersisa seserpih pun.
        ….Andai tulus cinta putihmu untukku
sejati kasih sayang dan pengabdian adalah janji jiwa setiaku



Kubelai dirimu lembut mesra laiknya kapas terbawa angin
tapi jangan kejutkan dirimu jika
aku mampu menohok sekeras lemparan bola api membara…
hingga kau terpental melesat terlempar ke seberang lautan!


…..Aku perempuan tak terduga..


perjuangkan bisa berada di mana saja yang kuangankan,
di depan, di belakang, di samping, di bawah, di atas.
….ternyata  hanya di samping-mu paling kuhasratkan

    
 ada saat-saat aku ingin elok anggun menjadi Ratu-mu,
pula saat aku pasrah diri menghamba, engkaulah Raja-ku


kalimat bicaraku bisa indah bagai kidung merdu kerinduan
kerling kedipanku mungkin wujud goda-goda lucu kemanjaan
gemulai solah tarianku, eksotis membuat  gerah urat-urat birahi
lekuk elok tubuhku, bagai dawai gitar mendulang imaginasi
desah rintihku bisa jadi pemicu luapan magma gairah terpasung
sorot mataku pancarkan isyarat dahaga jiwa meminta
binarkan gundah resah tak inginkan percintaan segera berlalu

Aku,  perempuan tak terduga,

jangan abaikan aku, perhatikan aku!
jangan rendahkan aku, puja aku!, tinggikan aku!..
takkan pernah kubiarkan hidupmu dalam penyesalan..
hingga tak sempat kau dugakan andai sebaliknya
kan kupastikan sesal dan luka dalam setiap hela nafasmu

…..Benar, aku adalah  perempuan itu.

perempuan penuh penerimaan, sekaligus penolakan
genggam hangatnya cinta, sekaligus dinginnya  benci
perempuan kuat tegarkan diri, juga lemah tiada daya
tetap dengan kebanggaan sebagai perempuan

Aku perempuan biasa dan baik-baik saja, meski tak biasa
yang mungkin takkan pernah terbayangkan olehmu.
bagaimana kau bisa menilai aku
jika mengangankannya saja kau  tak mampu..?
          
 bayangkan aku..
            rengkuhlah aku..
            
nilailah aku..
lalu kangan biarkan dirimu tersungkur terpuruk  buruk
dalam ketidak-pastian membingungkan tentang aku
Cobalah…
temukan apa yang ingin kau cari dan perjuangkan
di dalam sejati diri perempuan seperti aku ini

Cewe_berkuda_insertAku menunggu-mu…. !
atau
aku akan mengacuhkan-mu? …menolak-mu?
terserahlah hatiku, tak perlu engkau tahu
engkau tahulah aku, aku akan semau-mauku….

berdoa sajalah…untuk kebaikanmu, Bung!.

———————-Jakarta 24 September 2006 (revisi) \ RR
persembahan untukmu,
perempuan-perempuan yang lemah, yang terpasung kultur
perempuan-perempuan yang terluka, yang terseok-seok mencari
perempuan-perempuan tangguh, tegar dan mandiri, yang kesepian
juga untuk perempuan-perempuan pemilik kebahagiaan sejati
..yang berhasil perjuangkan dan memenangi segala halang rintang
…hingga temukan SEJATI DIRI SEUTUHNYA, bangga dan bahagia
      sebagai perempuan, ibu, kekasih, isteri, nenek  penuh cinta.
juga
untuk lelaki-lelaki  bodoh yang ‘berkhayal’  dunia di tangan mereka
untuk lelaki-lelaki ksatria yang mencintai dan menghargai perempuan
    
*juga untuk seorang lelaki yang paling kuinginkan di dunia ini…
   yang kupinjam hatinya dengan janji  kukembalikan jika aku tiada
       dan kujagakan dia mencintai aku… hanya aku selamanya  :)
            terimakasih telah melengkapi kesejatian diriku.

 

22
Sep

Marhaban Ya Ramadhan…

Ramadan

-————— Dear ALL my FRIENDS
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA…
SEMOGA ALLAH SWT MEMBERIKAN PENGAMPUNAN PADA KITA…
…………Mohon Maaf Lahir dan Batin

22
Sep

pencarian cinta sejati

perempuan cantik itu murung….
wajah jelita menggoreskan mendung…
baru saja dia harus menerima kenyataan bahwa harapannya
tentang lelaki pujaan yang diangankannya bisa menyembuhkan
luka hatinya selama ini, juga kepercayaannya yang hampir pudar
pada lelaki, yang diharapkannya bisa membawanya terbang jauh
ke taman impian ke singgasana hati indah cintanya
pupus sudah….

butiran bening airmata berlomba bergulir meniti pipi putihnya.
kata demi kata teruntai menjadi sebuah cerita memilukan.
suara yang kerap kala bersenandung sangat merdu berubah
menjadi desah sesenggukan yang kian mengisyaratkan duka.

‘…dunia ini kupikir sangat tidak adil untukku…
aku punya cinta yang begitu tulus kuberikan kepada pria-ku
yang kurasa sangat kucintai…kuabdikan diriku untuk melayani,
bahkan aku menghamba kepadanya…dengan sejuta kemesraan,
dengan sejuta kasih sayang serta perhatian penuh untuknya
Hanya untuk dia…hidupku adalah dia dan aku tak pernah
berbagi kasih dengan yang lain jika aku sudah mencintai satu pria
…namun mengapa dia meninggalkan aku..dengan luka demi luka
yang teramat pedih…yang membuatku bagai terjatuh di jurang
yang siap menerkam untuk kematianku…membuat jiwaku goyah
limbung tak berdaya…kehilangan arah, karena aku merasa
duniaku hilang…di mana aku harus lanjutkan hidupku jika
tak ada lagi tempatku di sisinya…aku seperti sudah mati!’

‘Salahkah aku jika aku terlalu mencintai?…hingga kukorbankan
semua hidupku untuk dia seorang. Aku merasakan kebahagiaan
dengan mengurus dan merawat pria yang kucintai itu…
Aku tak ingin apa-apa…aku hanya butuh kasih sayang dan cinta
tulus dari pria sebagaimana aku memberikan hidupku untuknya’

Nyaris cinta putihnya menghilang terbawa kekasih hati…
Dia masih mencintai lelaki itu…kekasih hatinya
seseorang yang dia hormati dan setiap hari dipujanya..

Masa-masa berikutnya, di tengah ketidak-percayaannya…dia
masih berusaha mencari dan berharap diaa kan menemukan
kekasih hatinya…yang dia akan berikan seluruh cintanya…lagi.
Dalam perjalanannya, dia temui satu dua lelaki yang menurutnya
mungkin bisa menawarkan cinta sejatinya untuk dia.

‘Mengapa…mengapa…satu-persatu mereka yang mengaku
mencintai aku, akhirnya pergi juga….di mana kesalahanku?’

Sulit bagi perempuan itu untuk membangun kepercayaan pada
makhluk yang disebut Lelaki. Baginya, Lelaki hanyalah biang
dari semua kesedihan….di satu sisi dia sangat membutuhkan
kasih sayang serta belaian lelaki, namun sisi lain batinnya ber-
teriak untuk mundur karena takut hatinya tersakiti lagi.
Sudah terlalu banyak airmata menetes untuk para lelaki….
Terlalu banyak luka hati yang ditinggalkan oleh mereka…
Dia kembali merayap mencari cinta…
Dia ingin hidupnya untuk cinta yang didambakannya…….

Kemudian ketika hatinya tersentuh oleh lembutnya seorang
lelaki, tanpa di duga, tertanam kembali dan tumbuh sedikit
demi sedikit kepercayaannya kepada lelaki.
Dia merasakan semangat hidupnya kembali bergairah…angan
angan untuk bahagia munculkan binar-binar cahaya pada
wajah cantiknya….dia ingin hari segera berganti agar di esok
hari dia bisa berteriak mengicap salam selamat pagi pada dunia
yang dilihatnya begitu berseri, bunga-bunga berwarna indah,
dan senyum satwa sedemikian lucu dan segar di matanya.
‘Selamat Pagi semua…Selamat pagi matahari…
biarkan sinarmu menghangati hatiku menyambut cintaku yang
telah kutemukan kembali…
doakan agar aku segera menjadi pengantin tercantik masa ini
dan menggenggam cintaku selamanya yaaa….’

Begitu banyak angan yang dikhayalkannya…
tentang  rumah yang penuh cinta dan keceriaan canda tawa,
pengabdian dan kecintaan terhadap kekasih hati
celoteh anak-anak, yang terasa merdu melebihi siapa pun
dia hanya akan hidup untuk mereka….
dia hanya akan abdikan hidupnya untuk mereka…
Dia tersenyum manis sambil memejamkan mata indahnya
manakala bayangan itu selalu menari di pikiran dan jiwanya.

Tak lama dia genggam bayangan indah itu….
ketika dia menerima kenyataan bahwa impiannya itu tak
kan pernah terwujud….dia tersungkur
…dia menangis namun kadang tanpa airmata…
kepasrahannya mengatasi kekecewaan yang mendalam…
Ditegarkannya hatinya, meski bilur-bilur kecewa tergurat
aku harus tetap berjalan….
aku harus tetap melangkah ke depan…
pasti ada seseorang yang mencintai aku  di depan sana
yang sekarang sedang menunggu kedatanganku..

….dia berjalan…pelan-pelan namun begitu pasti…..
dia seperti tahu arah mana yang harus dia tempuh…

berjalanlah terus, perempuan cantik
tinggalkan masa-masa lalu….jangan dikenangkan
mereka dan juga dia, lelaki yang baru saja mengecewakanmu
tak pantas untuk kamu perjuangkan cintanya…
dia lelaki yang lemah, tak punya sikap yang tegas,
dan hidup hanya sekedarnya….
Perempuan cantik…
kamu terlalu berharga untuk lelaki semacam itu
dia tidak pantas menerima kehangatan cintamu
serta ketulusan kasih sayangmu…
tak layak kau korbankan hidupmu untuk lelaki seperti dia

Dia tak pantas untuk kamu tuju…
Engkau lebih tahu arah mana yang kau tuju sekarang..
Selamat Tinggal  masa lalu…

——– Jakarta, 22 September 2006 \ RR
inspirasi : cinta sejati seperti tak ingin mendekatinya
               atau adakah cinta sejati untuknya?

22
Sep

…kau masih berdansa di sini.

terbuat dari apakah hatimu?
hingga begitu kuat terpaku di situ
berdansa indah riang, kian kemari
menafikan semua caci-maki baku
menutup mata atas lemah hatimu
hanya berpeluk erat lamunan semu.
bangunlah!

mungkinkah kau gantungkan sejuta harap?
sadarlah diri….dan akui itu
sementara tak ada sesiapa lagi di sana
bahkan tak ada apa-apa lagi yang tersisa
ladang itu telah lenyap tertimbun sampah
dan takkan berdiri tegak istana impianmu
kecuali sebatas istana angin di awan biru
karena….
tipisnya daya iman di dirimu dan caci maki-ku
ketika kubilang….engkau tak tahu malu!
dan kau keras kepala masih bertahan, berdansa
di sana-sini, di balairung yang bukan untukmu

*terbuat dari apakah hatimu?




 

September 2006
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Archives

Pages