Dalam temaram lorong panjang dimana
hentakan nafas
berjalan seakan lenyap ditelan keriangan dan sorak sorai
Disertai naiknya detak pacuan jantung
setiap muslim
menyambut kehadiran bulan penuh berkah dan ampunan
setelah setahun bagai terlalu lama untuk bercumbu lagi.
Gempita takbir bertalu-talu, tandakan
bahwa besok
terbukanya Gerbang keluasan ampunan dan beningnya
rahmat sungguh memancar dari mata kekuasaan Allah
yang selalu terjaga, tersenyum menyambut ….
………….para pemenang sejati.
Tuhan
Esok hari, pintu gerbang ILLAHI-Mu terbuka lebar
Engkau janjikan beribu pahala bagi ummat
– Mu
berjuta ampunan, berjuta rahmat,
melalui kesempatan yang selalu dirindui para muslim
seperti Indahnya Ramadhan kali ini…
memberi kesempatan lebih dekat berkasih mesra denganMu
walau selama ini banyak yang berkhianat pada-Mu
Engkau memang Kekasih Sempurna bagi Manusia…
Yang tak pernah rasakah sakit manakala dikhianati
Hanya rasa kasih dan cinta serta maaf saja Engkau berikan
Tuhan…
Begitu Pemurahnya Kasih Sayangmu kepada kami
begitu Pemaaf-nya, meski Engkau sering disisihkan.
ummat yang hanya memanfaatkan Kasih Sayang-mu
dan Engkau takkan pernah meninggalkan kami.
Di dalam segala hal kebaikan dan hal keburukan kami
sesungguhnya Engkau Tidak Pernah Tidur hingga
Tak mengelak bahwa kami semua mampu
memahami
betapa agung pemberian janji-janji-Mu atas Ramadhan
yaitu
Keluasan ampunan dan beningnya berkah-MU
ini melalui
Perintah-Mu yaitu laksanakan ibadah
Puasa (shaum)
inilah masa-masa kami membasuh dosa yang terlekat,
Dan temukan kembali kesucian manusia
baru
Saat Ramadhan datang bertandang, melalui wajib puasa
sesungguhnya telah Engkau ajarkan kami untuk :
….kesiapan Penyucian diri
….menggalang Rasa kebersamaan
….ikhlaskan Penyerahan diri
….teguhkan Ujian kejujuran
….adil dalam persamaan derajat
…..Mempertajam kepekaan rasa kepedulian
…..Mengolah pengendalian diri
…..belajar hidup sederhana
…..memupuk rasa kedisplinan
…..semangat untuk pembakaran dosa
Sungguh Maha Guru dari segala Maha bagiMu Ya Allah…
Engkaulah pencipta dan sumber bagi segala-segalanya
Tuhan…
Dalam sajadah usang-ku ini
Bolehkah kubisikkan sebuah tanya….
karena aku terlalu malu untuk meminta
……Masih pantaskah aku meraih
ampunan-Mu
di tengah segunung dosa-dosaku…
tersembunyi rapat di balik ketakaburan
dan Kemunafikan
yang mungkin takkan terampunkan oleh-Mu….
di tengah kesombongan dan ketidakpedulian
di antara kejahatan satu dan keburukan yang lain
di antara sifat pongah dan ketamakan
di antara keserakahan dan kepelitan jiwa
di antara nista dan dusta dalam keseharian
di tengah pekerjaan yang jelas tak halal
di tengah teman dan mereka yang tersesat
…Masihkah Engkau berikan kesempatan padaku?
…untuk meraih segala ampunan dan berkah-Mu?
…manakala Engkau tahu aku ini pendosa dan pendusta besar?
…Tuhan, aku malu namun tak tahu kemana harus kusembunyikan
wajah buruk-ku dari hadapan-Mu..
Jakarta,
23 September, jelang ramadhan 2006 \ RR
———————————————————–
PS : Selamat
Menuaikan Ibadah Puasa , semoga
berkah dan ampunan Allah Swt selalu
datang
pada kita semua (Amin).
Terima kasih dan penghargaan tak terhingga untuk
semua pesan Ramadhan yang dikirimkan untuk saya.
melalui email, FS message, SMS, MMS juga telepon
TERIMAKASIH, semoga Allah SWT memberikan berkah
balasan amal untuk teman, sejawat, dan sahabat saya.
I LOVE U ALL…always.
Recent Comments