PUISI-PUISI
TIMANG-TIMANG
by: arifin brandan ~ copyright@2006
————————————————————–
timangtimang anakku sayang
timangtimang dalam kandungan
timangtimang dalam buaian
ananda,
kelak engkau tahu, mengapa tuhan menitipkan alam pegunungan
dengan udaranya
yang segar. dan lihatlah di sana
kehidupan yang
teduh damai. sebuah rumah mungil dikelilingi telaga.
airnya tenang, dan
angsa-angsa berenang riang di atasnya.
wow, airnya jernih, sejernih hati dan
pikiranmu
ananda,
lihatlah pula potret tua yang menggantung di ruang tengah.
itu adalah potret masa silam kakek dan nenekmu.
kerutmerut
menghiasi wajahnya. itulah pertanda kefanaan manusia.
wajah kita bagai helai-helai daun yang rontok
di pekarangan rumah. digerus waktu, menguning lalu terlupakan.
kelak, engkau
pun akan melintasi waktu yang sama, lalu uzur
dan rapuh. tak perlu gundah,
itulah pertanda kefanaan kita,
sekaligus keperkasaan tuhan.
Karenanya ananda, maknai waktumu dengan kerja dan pahat lekat
di dasar hatimu
keagungan tuhan yang menyinari hari-harimu
sepanjang waktu.
jakarta, 09.09.06
—————————————————————–
* bagian dari upaya perjuangan mengais perhatian terdepan? Ehmm…
No comment first.
takkan kuciprati keputihan puisi ini dengan rona rupa crooott!!
0 Responses to “Anakku Sayang, ini untukmu…”
Leave a Reply