TERIMAKASIH…
mungkin hanya itu sementara yang mampu kuucapkan
Manakala kudengar getaran hatimu melagukan kesedihanmu
Dan kau biarkan hatiku membukanya dalam alam pikiranku.
Terima kasih untuk berbagi kisah denganku.
Kuucap penghargaan yang tinggi untuk dan atas namamu
atas keberuntunganku menemukanmu sebagai sahabat.
Sejak awal kurasakan ketertarikanku pada pribadi bertirai
Yang terbayang memancar deras dari auramu.
Betapa tiba-tiba muncul rasa sayangku padamu seketika.
Empatiku menyembul keluar dari dasar hati dan pemikiranku
Ikut kurasakan apa yang kau rasakan…
Semua kesedihan, ketakutan, kehampaan, kesakitan, kemarahan,
Dan mungkin dendam…
Meski aku belum sempat mengenalmu, entahlah bisa
namun kuat kurasakan adanya tali batin terjalin antara kita…
Mungkin ini anugerah Yang Kuasa yang hanya berlaku untuk
Hati yang lembut dan peka seperti kita…
Temanku Sayang…
dalam setiap masa dalam kehidupan kita…pastilah ada
masa-masa sulit yang harus kita lalui. Mau tidak mau, suka tak suka
Tidak ada seorang pun manusia yang halus mulus lalui hidupnya….
Kamu tahu kenapa?…
Itulah kelemahan manusia yang sudah digariskan oleh Tuhan
Manusia itu sangat lemah tapi sombong
bayangkan saja lebih sering terjadi jika
semuanyaberjalan mulus
bisa saja kemudian kita/manusia akan terjebak
dalam
kesombongan/ketakaburan/keserakahan/ketamakan/keangkuhan
ya itulah dasar sifat manusia lemah seperti kita-kita ini
Tanpa perjuangan, tanpa upaya, tanpa modal….
kadang akan mengakibatkan kita menjadi
tak mampu menghargai apa yang kita capai.
Setiap masalah sesungguhnya telah ditetapkan solusinya.
Hanya saja kadang kita merasa terjebak dalam suatu permasalahan
seakan berkesinambungan dan tanpa nampak ada jalan keluar,
kita akan kelelahan dan menjurus kepada keputus-asaan,
bahkan tak jarang berakhir dengan kematian yang disengaja
merusak dirinya sendiri dan lalu membunuh diri sendiri,
dengan cara lari kepada hal-hal yang jelas-jelas merusak
minuman keras, obat-obatan dan seribu satu jalan merusak lainnya.
lalu apakah dengan begitu akan selesai masalahnya?
lalu kembali semua baik-baik saja?
Jawabnya sama sepertimu…jawaban yang umum, normal.
TIDAK!!
Namun toh tetap saja banyak yang masih nekad merusak diri
Aku jadi ingat..ada ungkapan seperti ini :
…sudah tahu jika kotoran alias tai ayam berbau tidak enak…
kok ya masih juga nekad dipegang dan dicium…
…..Penderitaan Tanpa akhir, begitulah kata mereka
tapi benarkah memang tanpa akhir?
Bukanlah jika ada awal…seharusnya ada akhir?
meski tak ada jaminan akhir yang menyenangkan ataukah
akhir yang menyesatkan…
mungkin itu hanya karena belum ditemukan saja.
Teruslah berupaya, Teruslah mencoba….teruskan usahamu..
Niscaya akan kau temui pengakhiran masalah yang tepat…
Meski harus kau lalui melalui coba salah, coba dan salah…
Tak apa, semua yang terjadi adalah berproses
pengalaman-lah yang akan membantu kita menemukan,
….seseorang yang bijak adalah orang yang menghadapi masalah, Benar, keberanian adalah sikap kita mengakui bahwa kita Bagaimana kita melihat masalah yang ada di depan kita.
Dalam menghadapi suatu permasalahan,
ada ungkapan yang sangat berarti :
dan bukan orang yang menghindari masalah….
sedang
berhadapan dengan ketakutan dan katakan meminta pertolongan.
Itulah keberanian yang sesungguhnya.
Bagaiman kita menyikapi masalah yang muncul dihadapan kita
Itulah inti dari hidup kita.
Itu yang akan membedakan individu satu dengan yang lain.
Bisa saja masalah yang dihadapi sama,
namun mungkin situasi
yang dialami berbeda
atau juga sama persis namun korbannya berbeda
maka akan berbeda pula jalan yang dilalui mencapai akhir..
Menurutku
justru jalan menuju pengakhiran perjalanan pencarian manusia
yang berbeda-beda..dalam suka dan dukanya
menjalani takdir yang tergaris dari Allah SWT lah
yang menjadikan tak akan sama satu sama lain
Hanya saja…
bersyukurlah kamu…bahwa masih ada banyak teman-teman
yang menyayangimu, yang memperhatikan kamu
sehingga kamu bisa mencurahkan isi hati kepadanya
hingga tak terasa sesak di dadamu lagi…
Lebih baik berbagi daripada menyimpan sendirian
apalagi jika itu penderitaan…
toh itu tidak akan sampai membuat temanmu menderita
namun kamu akan merasakan kelegaan yang luar biasa
karena merasa ringan, juga karena mendapatkan kekuatan lain
dari kasih sayang teman-temanmu, sahabatmu.
Dan ingatlah selalu…Tuhan akan melindungimu inilah mungkin yang disebut ketulusan berteman
jika kamu mau meminta padaNYA…
selainnya itu, masih ada aku di sisi kamu
akan kulakukan semampuku menemanimu
terutama dalam saat-saat sedihmu…
karena mungkin saja dalam saat-saat bahagiamu
takkan ada namaku dalam ingatanmu…
tak apa…aku sangat paham tentang hal itu..
bagiku itu juga hal yang lumrah saja..
meski harus kamu sadari pula bahwa
aku juga manusia biasa sepertimu yang mungkin juga
ada pasang surutnya dalam kehidupan ini…
saling bergandeng tangan untuk semua kebahagiaan kita
juga untuk semua penderitaan kita
tanpa niat saling memanfaatkan…
segala sesuatu, yang penting adalah niatnya
Tuhan pasti akan mendengar niat kita, Sayang..
semoga persahabatan kita abadi selamanya..
Akhirnya, terimalah
Salam hangat dan jabat erat persahabatanku :
RERE
Jakarta, awal 2006 \ RR
———————————-
0 Responses to “aura teman baru…”
Leave a Reply