terbuat dari apakah hatimu?
hingga begitu kuat terpaku di situ
berdansa indah riang, kian kemari
menafikan semua caci-maki baku
menutup mata atas lemah hatimu
hanya berpeluk erat lamunan semu.
bangunlah!
mungkinkah kau gantungkan sejuta harap?
sadarlah diri….dan akui itu
sementara tak ada sesiapa lagi di sana
bahkan tak ada apa-apa lagi yang tersisa
ladang itu telah lenyap tertimbun sampah
dan takkan berdiri tegak istana impianmu
kecuali sebatas istana angin di awan biru
karena….
tipisnya daya iman di dirimu dan caci maki-ku
ketika kubilang….engkau tak tahu malu!
dan kau keras kepala masih bertahan, berdansa
di sana-sini, di balairung yang bukan untukmu
*terbuat dari apakah hatimu?
0 Responses to “…kau masih berdansa di sini.”
Leave a Reply