hari ini lunglai engkau berpamit tanpa banyak kata
entah ke mana akan kau bawa langkahmu yang terseok
tinggi hatimu takkan hendak beritahu hatiku
entah sampai kapan, mungkin engkau pun tak jua tahu
langkahmu kian terseok menuju puncak harap
meski kian terasa berat akibat sarat beban meluap
aku hanya berimu doa, berbekal hati putih sekejap
mesti tak tetap, merah hatimu tak turut sependapat
gamang kubisikkan lirih selamat jalan….
berat, tak tega hati melepas kepergianmu
biarlah kali ini kuikhlaskan setengah hati saja
meski samar aku tahu, membayang suatu saat
nanti engkau bergegas akan kembali ke tanah ini
untuk bertemu lagi …..jika saja aku masih di sini.
*Terimakasih Tuhan….
telah kau tunjukkan jalan cercah cerah bayang panjang
hari-hari yang akan dan harus kulewati selanjutnya
meski dengan separuh hati….aku harus terus hidup!
——————- Jakarta, 13 September 2006 \ RR
*persembahan untuk seorang teman….
hidup ini begitu pendek untuk terus dinikmati
hidup ini sangat panjang jika kita lemahkan diri
bangkitlan…bersemangatlah…
bukankah sudah kukatakan, aku di sisimu selalu
untuk menguatkan hatimu, untuk pompa semangatmu
untuk ceriakan hatimu, di sisi lain dari hatimu.
0 Responses to “pamit dan pergimu….”
Leave a Reply