perempuan cantik itu murung….
wajah jelita menggoreskan mendung…
baru saja dia harus menerima kenyataan bahwa harapannya
tentang lelaki pujaan yang diangankannya bisa menyembuhkan
luka hatinya selama ini, juga kepercayaannya yang hampir pudar
pada lelaki, yang diharapkannya bisa membawanya terbang jauh
ke taman impian ke singgasana hati indah cintanya
pupus sudah….
butiran bening airmata berlomba bergulir meniti pipi putihnya.
kata demi kata teruntai menjadi sebuah cerita memilukan.
suara yang kerap kala bersenandung sangat merdu berubah
menjadi desah sesenggukan yang kian mengisyaratkan duka.
‘…dunia ini kupikir sangat tidak adil untukku…
aku punya cinta yang begitu tulus kuberikan kepada pria-ku
yang kurasa sangat kucintai…kuabdikan diriku untuk melayani,
bahkan aku menghamba kepadanya…dengan sejuta kemesraan,
dengan sejuta kasih sayang serta perhatian penuh untuknya
Hanya untuk dia…hidupku adalah dia dan aku tak pernah
berbagi kasih dengan yang lain jika aku sudah mencintai satu pria
…namun mengapa dia meninggalkan aku..dengan luka demi luka
yang teramat pedih…yang membuatku bagai terjatuh di jurang
yang siap menerkam untuk kematianku…membuat jiwaku goyah
limbung tak berdaya…kehilangan arah, karena aku merasa
duniaku hilang…di mana aku harus lanjutkan hidupku jika
tak ada lagi tempatku di sisinya…aku seperti sudah mati!’
‘Salahkah aku jika aku terlalu mencintai?…hingga kukorbankan
semua hidupku untuk dia seorang. Aku merasakan kebahagiaan
dengan mengurus dan merawat pria yang kucintai itu…
Aku tak ingin apa-apa…aku hanya butuh kasih sayang dan cinta
tulus dari pria sebagaimana aku memberikan hidupku untuknya’
Nyaris cinta putihnya menghilang terbawa kekasih hati…
Dia masih mencintai lelaki itu…kekasih hatinya
seseorang yang dia hormati dan setiap hari dipujanya..
Masa-masa berikutnya, di tengah ketidak-percayaannya…dia
masih berusaha mencari dan berharap diaa kan menemukan
kekasih hatinya…yang dia akan berikan seluruh cintanya…lagi.
Dalam perjalanannya, dia temui satu dua lelaki yang menurutnya
mungkin bisa menawarkan cinta sejatinya untuk dia.
‘Mengapa…mengapa…satu-persatu mereka yang mengaku
mencintai aku, akhirnya pergi juga….di mana kesalahanku?’
Sulit bagi perempuan itu untuk membangun kepercayaan pada
makhluk yang disebut Lelaki. Baginya, Lelaki hanyalah biang
dari semua kesedihan….di satu sisi dia sangat membutuhkan
kasih sayang serta belaian lelaki, namun sisi lain batinnya ber-
teriak untuk mundur karena takut hatinya tersakiti lagi.
Sudah terlalu banyak airmata menetes untuk para lelaki….
Terlalu banyak luka hati yang ditinggalkan oleh mereka…
Dia kembali merayap mencari cinta…
Dia ingin hidupnya untuk cinta yang didambakannya…….
Kemudian ketika hatinya tersentuh oleh lembutnya seorang
lelaki, tanpa di duga, tertanam kembali dan tumbuh sedikit
demi sedikit kepercayaannya kepada lelaki.
Dia merasakan semangat hidupnya kembali bergairah…angan
angan untuk bahagia munculkan binar-binar cahaya pada
wajah cantiknya….dia ingin hari segera berganti agar di esok
hari dia bisa berteriak mengicap salam selamat pagi pada dunia
yang dilihatnya begitu berseri, bunga-bunga berwarna indah,
dan senyum satwa sedemikian lucu dan segar di matanya.
‘Selamat Pagi semua…Selamat pagi matahari…
biarkan sinarmu menghangati hatiku menyambut cintaku yang
telah kutemukan kembali…
doakan agar aku segera menjadi pengantin tercantik masa ini
dan menggenggam cintaku selamanya yaaa….’
Begitu banyak angan yang dikhayalkannya…
tentang rumah yang penuh cinta dan keceriaan canda tawa,
pengabdian dan kecintaan terhadap kekasih hati
celoteh anak-anak, yang terasa merdu melebihi siapa pun
dia hanya akan hidup untuk mereka….
dia hanya akan abdikan hidupnya untuk mereka…
Dia tersenyum manis sambil memejamkan mata indahnya
manakala bayangan itu selalu menari di pikiran dan jiwanya.
Tak lama dia genggam bayangan indah itu….
ketika dia menerima kenyataan bahwa impiannya itu tak
kan pernah terwujud….dia tersungkur
…dia menangis namun kadang tanpa airmata…
kepasrahannya mengatasi kekecewaan yang mendalam…
Ditegarkannya hatinya, meski bilur-bilur kecewa tergurat
aku harus tetap berjalan….
aku harus tetap melangkah ke depan…
pasti ada seseorang yang mencintai aku di depan sana
yang sekarang sedang menunggu kedatanganku..
….dia berjalan…pelan-pelan namun begitu pasti…..
dia seperti tahu arah mana yang harus dia tempuh…
berjalanlah terus, perempuan cantik
tinggalkan masa-masa lalu….jangan dikenangkan
mereka dan juga dia, lelaki yang baru saja mengecewakanmu
tak pantas untuk kamu perjuangkan cintanya…
dia lelaki yang lemah, tak punya sikap yang tegas,
dan hidup hanya sekedarnya….
Perempuan cantik…
kamu terlalu berharga untuk lelaki semacam itu
dia tidak pantas menerima kehangatan cintamu
serta ketulusan kasih sayangmu…
tak layak kau korbankan hidupmu untuk lelaki seperti dia
Dia tak pantas untuk kamu tuju…
Engkau lebih tahu arah mana yang kau tuju sekarang..
Selamat Tinggal masa lalu…
——– Jakarta, 22 September 2006 \ RR
inspirasi : cinta sejati seperti tak ingin mendekatinya
atau adakah cinta sejati untuknya?
…seorang TEMAN FS mengirim sebuah message :
————————
pencarian cinta sejati….
wah mbak rere yah….itu cerminan saya sekali deh
…heee…hee….aduuhh….
Akhirnya saya buka mata hati saya
untuk tidak mencari lagi…
Puisi mu itu benar adanya loh….heee……
I enjoyed your poem…..!!
sekarang status-nya mencari teman…
yang bisa membuat saya semangat lagi
dan tertawa lebar
Keep in touch in another poems.
—————
Alhamdulillah….Mba ikut senang mendengarnya, sayang..
Pasti ada seseorang yang tepat untukmu, somewhere, someday,
Teruslah melangkah lagi…
I cried when I read this poem cos I know what is it mean ;-(
Thank for all the love you give to me
I love you my dearly sister
More than I can say
ihiks,,,,
dalemmmm bener tulisan madam rere..tapi bener bangetttt…sampe2 marco merindinggg bacanya !!!
duh…laki kaya gitu tuh yeee…
jejelin beling yukk madam
BIG HUGS
The true love is like a ghost, almost the people speak out,
talking about such of that love,
but only a few of them ever really discover it.
Mba.. .doakan semoga ku-temukan dan ku-miliki cinta
seperti cinta milik perempuan ini….
with love for love..
mild-kuta