PUISI PERJALANAN 8
by: arifin brandan. copyright@2006
——————————————————–
aku masih seperti dulu,
mengepakkan sayap rindu, setia menjelajahi sepi
sesekali aku hinggap di
ranting-ranting waktu
kubawakan setangkai puisi yang tak pernah kau pesan.
kudendangkan satu lagu dari lirik luka yang tak pernah
kau nyanyikan.
aku masih seperti dulu,
tercenung dekat jendela kamar yang berdebu.
perabot-perabot lusuh, bingkai
potret dan pernak-pernik hiasan
seperti menyimpan kenangan hampa.
o, kangen ini, kangenmu juga.
kangen kita berdua tanpa riwayat kelanjutannya. ah, sudahlah.
biarkan saja
cahaya pagi menerobos masuk tanpa permisi.
toh, cinta sudah selesai sebelum
waktunya mekar.
bayanganmu tetap saja terbelenggu dalam etalase perjalanan ini.
kadang, datang
menyergap di antara lamunan malam.
membentur dinding ruang hampa lalu lenyap
tanpa tinggalkan jejak tak terlacak.
aku tetap sabar menantimu datang dengan seulas senyum
yang merekah bersama bunga
pagi yang warna-warni.
rasanya belum terlambat, bila kucium bibirmu di bawah
keluasan
langit yang masih menyisakan bintang-bintang
dengan cahayanya yang
mulai redup…
———jakarta, medio sept 06
*….terimakasih untuk kiriman puisinya ya..
jangan menyerah untuk lakoni hidupmu
kehidupan memang untuk dijalani bukan untuk dipersalahkan
selamat berjuang tuk menangkan tujuan hidupmu..\RR
o, kangen ini, kangenmu juga.
kangen kita berdua tanpa riwayat kelanjutannya..
———————-
…aku membayangkan tentang rasa kangen
kata orang, munculnya rasa kangen karena rasa cinta..
tak ada cinta jika tak ada kangen
tapi bagaimana jika tak ada kelanjutannya…?
apakah akan terus terjaga rasa itu tanpa bumbu penyedap?
kangen yang aneh…
mungkin suatu saat akan terjungkal dan mati….
???????