Catatan pertama :
Jika engkau lelaki…yang mencintai perempuan-mu
(khususnya yang mencintai aku….)
ikutlah petualangan kali ini
Berkatalah…demi cintaku pada perempuan bernama….
___________________________________________
HASRAT JELAJAH CINTAWI
dalam bayangan mata terpenjam
bayangkan sebuah ruang yang tak kosong
dinding penuh dengan indah lukisan wanita telanjang
juga gambar pangeran tampan gagah mempesona
sebuah tempat tidur mewah bertilam kain indah
seakan memberi janji nikmat tak terperi
dengan sebentangan permadani indah pula
hijau dedaunan rimbun dan merah kuning bunga mekar
mengelilingi seputar ruangan….indah berseri
dengan wewangian terapi khas kamasutra
bangkitkan gairah birahi bagi siapa saja
insan yang terjebak nikmat dalam ruangan itu
ooh tidak…bukan…bukan begitu…
bukan itu yang kumaksudkan….
salah setting…
pejamkan matamu lagi….
perlahan-lahan…apa yang kau dengar
suara burung-burung kecil mencicit ceria
gemerisik dedaunan dari pepohonan alami
gemericik sungai kecil jernih di kejauhan
hirup udara gunung yang dingin semilir
lihatlah apa yang sedang ada di hadapanmu?
sebuah bilik terbuka tak beraturan
milik sebuah pendopo mungil yang sederhana pula
yang bertengger di sebuah puncak bukit kecil
jauh dari keramaian kotaraja
memancarkan keheningan dalam bening senja
membuncahkan keinginan nikmat bercinta
lembayung senja menarik-narik uluran bercinta
lalu kau akan mendengar suara mendesah…suaraku
mendekatlah…
jika kamu beruntung
di sana mungkin akan kau temukan aku
yang sedang terbaring memeluk kain tipis
bagian dari penutup tubuhku yang terkibar angin
sejak mula angin nakal nafsu menyentuhku melulu
engkau pasti akan datang, Kekasihku
telah lama kunanti dirimu Sayang…betapa lamanya
jauh sebelum kedatanganmu kali ini
mungkin aku telah jatuh cinta padamu
bahkan jauh sebelum bertemu denganmu
dan setiaku menantimu karena kutahu pasti
engkau akan datang menuju ke pelukanku
mewujudkan cinta kita yang sebelum masa ini
hanya ada dalam bayangan semu…
Kekasih…
kutemui engkau berdiri gagah di situ
lalu perlahan dengan senyuman termanis
aku bersijingkat dan perlahan menujumu
datang menyambut kehadiranmu
saat mata kita bertatapan mesra
kujatuhkan diri di kakimu sebagai wujud
penyerahan diriku dan pengabdianku padamu…
untuk hari ini dan selanjutnya
sepanjang sisa hidupku…
lalu
kau rengkuh aku dalam pelukanmu
perlahan…kita tepat saling berhadapan
aku mandah pasrahku yang pertama, saat
kau lekatkan bibir menerobos geligi dalam bibirku
pertautan kemesraan awal yang sempurna
pelukanmu seperti hidupkan nyala api dalam diriku
serasa tak menjejak bumi kakiku menjadi
serasa melayang terbang terbawa angan
aaahhh….begitu indah dan kuatnya
kharisma cinta berpendar pada tubuhmu
aku terkulai lemah tak berdaya
dalam ciuman lembut pertamamu
hingga kulupa…masihkah aku sempat
menghela nafas sebelum kau lumat bibir tipisku
hanya indah dan mesra yang mampu kurasakan
terus..teruuuussss….
peluk aku, ciumi aku kekasih…pangeran jiwaku…
telah lama dahagaku rindukan birahi asmaramu
aaakkkhh…
ketika mataku perlahan terbuka
aku terbaring…namun entah di mana
hanya kurasakan tubuhku melayang di atas awan
saat kurasakan belaian lembut tangan kekarmu
menjelajahi setiap relung dan lekuk tubuhku nan polos
kadang lembut mesra, kadang dengan kegemasan
yang membuatku terguncang menggelinjang
terpukai oleh sentuhan apa pun olehmu
tiada lagi penutup tipis terkibar desir angin tadi
tangan nakalmu mampu gantikan semua penutup itu
memintal rapat dengan sentuhan ke segenap tubuhku
lalu kurasakan kehangatan hasrat semakin kuat…
gelinjangan dan rintihan serta desah mesraku
membuat parasmu kian menegang merah membara
tak bisakah kau paksakan senyummu untukku, Kekasih
engkau terlalu sibuk mengatur desakan hasrat meronta
sorot memerah mata tajammu tak hendak lepas dariku
seperti hendak menelan tubuh indahku dalam sekejap
mataku, senyumku, bibirku, desahku…
belahan payudaraku yang membusung menantang
lalu gerakan tak sengajaku beringsut pelan bergeser
mungkin bagai penari perut dari tanah seberang
seperti ikuti irama goyang tetabuhan mistis
semuanya seperti panggilan jiwa untukmu
untuk bersegera….
haruskah aku berhenti, kekasih, Pangeran Jiwaku?
disaat kudengar detak jantungmu kian meninggi
wajahmu kian memerah…nafasmu kian tersengal
hanya menatapku dengan seribu hasrat tertahan
sinarkan permintaan tertinggi-mu…..
apa yang harus kulakukan Kekasih?
haruskah aku pasrah?
haruskan aku akan diam menunggu?
apa yang kau inginkan tuk kulakukan?
……ajari aku…ajari aku…Kekasih jiwaku
meski kutahu ini fitrah manusia sejati…
Engkaulah rajaku, engkau pangeranku
engkaulah yang akan memimpinku
membimbingku dan mencintaiku selamanya…
……Ajari aku…bimbinglah aku
Kala bibir kita masih setia berpagut mesra
seakan kita adalah dua ular yang terkena kutuk seruling
meliuk-liuk dan bergerak semau-maunya…
….aku cinta kamu…kucintai kamu…
tangan kita bergenggam erat menyatu mencari celah
salurkan getaran-getaran birahi tak tertahankan
hasrat dan hasrat kian menuntut pengakhiran
sekarang!!….sekarang!!
……
Ooh kekasih….
….sekarangkah saatnya Kekasih?
ketika engkau harus menembus lorong basah jiwaku
mengubur semua kerinduan dan dahaga kita
betapa raga-raga kita saling merindukan…
Aku hanya bisa terpekik dalam erangan pasrah
ketika kuikuti alur semua gerakan cinta kasihmu
sedemikian indah teratur bak pergelaran orkestra besar
memainkan nada-nada irama bersymphoni
seakan engkaulah pemusik dari segala musik
pasrah pula ketika kau berganti-ganti irama
semua irama kau mainkan dengan sama indahnya
kau ajak aku ikut memainkan petikan dawai biola
lalu harus kumainkan saxophone dengan tiupan indahku
mengiringi petikan segala alat musik kau punya
petikan harpamu, permainan piano-mu
betapa indah….
penyatuan kita dalam cinta dan musik
selalu kunikmati setiap detik irama lagu bercintamu
dengan sepenuh jiwa…aku takluk padamu
terbuai kenikmatan lagu sejati cinta gubahanmu
sementara
mataku setengah terpenjam menahankan rasa’
bibir tergigit, tangan mencengkeram erat
ketika permainan nadamu kian menghentak
entah irama apa yang sedang kau mainkan
kala semua alat musik dimainkan bersamaan
hentakan demi hentakan tiap nada tinggi
dan dentuman drum berulang untuk nada rendah
kian membuat gerah suasana
Tajam, keras, panas, perih menoreh kalbu jiwa terdalamku ….
saat kau menghunjam keras hentakan cinta paripurnamu
sebagai pengakhiran persembahan cinta padaku!!!
dan …aku terkulai lemas dalam dekap pelukan eratmu….
Pangeran Jiwaku…
Engkaulah lelaki dari segala lelaki jagat raya
bagiku…
Kekasihku…
Keindahan cintamu begitu mengagumkan
tak engkau lepas aku dari dekapanmu sejak tadi
kau tunjukkan kecintaanmu teramat indah untukku
lalu penuh kasih sayang kau bisikkan lembut
aku mencintaimu…aku mencintaimu…
Hingga tangisku berbaur senyuman bahagia
mencapai satu tapak pengabdianku
menjadi seorang perempuan di sisimu
menjadi perempuan terkasihmu
yang takkan pernah tergantikan…
Engkaulah lelakiku…lelananging jagat
Akulah perempuan kecintaanmu sepanjang masa…
___________________________________________
**Sesaat kemudian….engkau meraihku kembali
aku tahu pasti…engkau inginkan lagi…
Ohh kekasihku…mari bercinta….
…kali ini biarkan aku pertontonkan
keliaranku sebagai perempuanmu
nikmati saja, Kekasih…Pasrahlah padaku
takkan kubiarkan sedetik pun engkau berpaling
kepada perempuan lain…
Mari bertaruh….engkau takkan.
STOP!!!!
No comment….
(kenapa pada berkeringat setelah baca ini???)
hahahahaha….
emang enakkkksss….mau ngintip gak boleh…
SENSORRRRRRRRRRRRRR….
*nikmati saja coretan ini,
karena mungkin takkan lama bertengger lagi
bukan karena hal lain
tapi akan tergantikan oleh yang lebih seru lagi…hehehe
*mampuss gw…mudah2an ada yang gak baca coretan ini
kepalaku bakal dipenjara dengan cintanya…hahahaha
Jakarta, 05 September 2006 \ RR
0 Responses to “…tanpa judul (hanya untuk lelaki-ku)”
Leave a Reply