23
Sep
06

Tuhan, akuilah aku ini Pendosa….

Dalam temaram lorong panjang dimana
hentakan nafas
berjalan seakan lenyap ditelan keriangan dan sorak sorai
Disertai naiknya detak pacuan jantung
setiap muslim
menyambut kehadiran bulan penuh berkah dan ampunan
setelah setahun bagai terlalu lama untuk bercumbu lagi.

Gempita takbir bertalu-talu, tandakan
bahwa besok
terbukanya Gerbang keluasan ampunan dan beningnya
rahmat sungguh memancar dari mata kekuasaan Allah
yang selalu terjaga, tersenyum menyambut ….
………….para pemenang sejati.

Tuhan
Esok hari, pintu gerbang ILLAHI-Mu terbuka lebar
Engkau janjikan beribu pahala bagi ummat
– Mu
berjuta ampunan, berjuta rahmat,
melalui kesempatan yang selalu dirindui para muslim
seperti Indahnya Ramadhan kali ini…
memberi kesempatan lebih dekat berkasih mesra denganMu
walau selama ini banyak yang berkhianat pada-Mu
Engkau memang Kekasih Sempurna bagi Manusia…
Yang tak pernah rasakah sakit manakala dikhianati
Hanya rasa kasih dan cinta serta maaf saja Engkau berikan

Tuhan…
Begitu Pemurahnya Kasih Sayangmu kepada kami
begitu Pemaaf-nya, meski Engkau sering disisihkan.
ummat yang hanya memanfaatkan Kasih Sayang-mu
dan Engkau takkan pernah meninggalkan kami.
Di dalam segala hal kebaikan dan hal keburukan kami
sesungguhnya Engkau Tidak Pernah Tidur hingga
Tak mengelak bahwa kami semua mampu
memahami
betapa agung pemberian janji-janji-Mu atas Ramadhan
yaitu
Keluasan ampunan dan beningnya berkah-MU
ini melalui
Perintah-Mu yaitu laksanakan ibadah
Puasa (shaum)
inilah masa-masa kami membasuh dosa yang terlekat,
Dan temukan kembali kesucian manusia
baru


Saat Ramadhan datang bertandang, melalui wajib puasa
sesungguhnya telah Engkau ajarkan kami untuk :
….kesiapan Penyucian diri
….menggalang Rasa kebersamaan
….ikhlaskan Penyerahan diri
….teguhkan Ujian kejujuran
….adil dalam persamaan derajat
…..Mempertajam kepekaan rasa kepedulian
…..Mengolah pengendalian diri
…..belajar hidup sederhana
…..memupuk rasa kedisplinan
…..semangat untuk pembakaran dosa
Sungguh Maha Guru dari segala Maha bagiMu Ya Allah…
Engkaulah pencipta dan sumber bagi segala-segalanya

Tuhan…
Dalam sajadah usang-ku  ini
Bolehkah kubisikkan sebuah tanya….
karena aku terlalu malu untuk meminta
……Masih pantaskah aku meraih
ampunan-Mu
di tengah segunung dosa-dosaku…
tersembunyi rapat di balik ketakaburan
dan Kemunafikan
yang mungkin takkan terampunkan oleh-Mu….

di tengah kesombongan dan ketidakpedulian
di antara kejahatan satu dan keburukan yang lain
di antara sifat pongah dan ketamakan
di antara keserakahan dan kepelitan jiwa
di antara nista dan dusta dalam keseharian
di tengah pekerjaan yang jelas tak halal
di tengah teman dan mereka yang tersesat

…Masihkah Engkau berikan kesempatan padaku?
…untuk meraih segala ampunan dan berkah-Mu?
…manakala Engkau tahu aku ini pendosa dan pendusta besar?
…Tuhan, aku malu namun tak tahu kemana harus kusembunyikan
    wajah buruk-ku dari hadapan-Mu..


Jakarta,
23 September, jelang ramadhan 2006 \ RR

———————————————————–
PS : Selamat
Menuaikan Ibadah Puasa , semoga
berkah dan ampunan Allah Swt selalu
datang
pada kita semua (Amin).

Terima kasih dan penghargaan tak terhingga untuk
semua pesan Ramadhan yang dikirimkan untuk saya.
melalui email, FS message, SMS, MMS juga telepon
TERIMAKASIH, semoga Allah SWT memberikan berkah
balasan amal untuk teman, sejawat, dan sahabat saya.
I LOVE U ALL…always.




2 Responses to “Tuhan, akuilah aku ini Pendosa….”


  1. 1    ' ' ' RE RE September 23, 2006 at 10:26 am

    Allah SWT Maha Pengasih Maha Penyayang…
    Juga Maha Pengampun…
    Siapa pun yang berdoa, pasti akan didengarNya, dan soal
    dikabulkan atau tidak, janganlah tergesa atau menunggu,
    itu adalah urusan Kuasa ALLAH SWT…
    TAPI BERSUNGGUHLAH dan YAKINLAH ..
    DOA ITU TAK PERLU DIHARAP TERGESA…karena di dalam doa itu
    sendiri mengandung pelajaran kesabaran dan
    tawakal atau kepasrahan ..

  2. 2    ' ' ' RE RE September 23, 2006 at 10:36 am

    dalam Ramadhan…siapa pun diberikan kesempatan yang sama,
    bukan saja untuk yang paling berdosa menurut hukum negara,
    mis para penjahat yg sdg dibui, atau yg belum tertangkap,
    namun juga penjahat jalanan model lain…
    juga para Pemimpin yang rusak parah moralnya,
    Politikus yang lebih nyaman menipu rakyat,
    Pekerja yang tak patuh aturan korban demokrasi kebablasan,
    atau pun juga untuk kita…ya KITA!!
    manusia yang bukan siapa-siapa…
    namun tetap saja
    kita tak terlepas dari fakta kita adalah pendosa…

    *MANUSIA MEMANG MAKHLUK YANG SUKA ALPA….

Leave a Reply




 

September 2006
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Archives

Pages