kutatap potret kuno dirimu sejenak
tua, masih tersenyum manis memikat hati
ada sisa magma pesona yang terpancar
kuseret alihkan pandanganku ke arah lain
tak ingin lebih lama kita saling menatap
kau menjadi sangat menjemukan bagiku
entah sebab apa kau masih ada di sini
duduk bersandar di kursi tua nikmati suasana
yang tak lagi sesuai dengan tubuh renta-mu
walau tlah kupangkas tuntas urat-kaki kursi
hingga tak layak lagi disebut dampar kencana
namun kau tetap kuat tegak sandarkan harap
heranku memuncak, kenapa pula engkau ini??
sekeranjang caci maki liar telah terlontar
sebakul sumpah serapah pun telah tersumbar
dan ….entah, dimana kesalahan terjadi…
ternyata tetap saja kau tak hirau, tak kacau
masih tetap lihai berlagak, merayu mesra
mungkinkah kau asli tuli, atau tak bertelinga?
sementara diam-mu pula bukan otentik gagu
ehmm…mungkin memang bisu dan tak mampu…
HOW , GIMANA , KADOSPUNDI, KUMAHA….???
Dengan cara apa lagi hingga kau tahu yang kumau
kau itu sudah tua, tuli, bisu, tak berhati pula…Bah!
ooh nasibku….
———–
*di antara kekesalan dan penasaran…dan gemeess!!
kaki dan tangan serasa gatal sekali ingin ….. hehehe
SABAR AJA MADAM…
KARMA ITU ADA
JUSTRU KESIAN MA YANG KAYA GITU…PASTI SEPANJANG HIDUPNYA..NGGA PERNAH ADA YANG MEBUATNYA TERTAWA KARENA AKAR KEPAHITAN YG TELAH MENGAKAR KE DALAM BILUR VILUR SEL DARAH MERAH !!
MO GIMANA LAGI ??