GALI TERUS KREATIVITAS
Kreativitas begitu penting dalam hidup manusia. Mengapa?
Tanpa kreativitas kita akan larut dan tergilas roda perubahan. Tanpa
kreativitas
kita tidak akan mampu bertahan menghadapi perubahan yang semakin cepat.
Perusahaan-perusahaan besar yang mampu bertahan, biasanya memiliki tradisi
untuk mengembangkan budaya kreatif yang kemudian menghasilkan produk-
produk yang inovatif.
Bagaimana caranya agar kita mampu menjadi orang yang kreatif.
Ada lima Cara, yaitu :
Pertama, memiliki rasa ingin tahu
yang besar.
Orang yang kreatif adalah orang yang gemar mencari
informasi, gemar mengum-
pulkan input, dan cinta ilmu. Tiada berlalu
waktu-waktunya, kecuali bertambah
dengan input-input yang baru dan segar.
Karena itu, kita harus selalu bertanya,
sejauh mana kecintaan kita terhadap informasi
dan ilmu. Ada banyak cara yang
bisa dilakukan
untuk mendapatkan input tersebut. Antara lain melalui buku,
sikap meneliti, menyimak, melihat tayangan televisi yang bermanfaat, berdiskusi,
merenung, mendengar, menghadiri majelis ilmu, medatangi pengajian, arisan,
dan
sebagainya.
Kedua, terbuka pada hal-hal yang baru.
Setiap saat selalu terjadi perubahan. Karena itu, alangkah
ruginya orang yang
tidak mau berubah dengan menyukai hal-hal baru. Itu sama artinya dengan
berjalan mundur, tatkala orang lain bergegas dan berlari.
Orang yang kreatif adalah orang yang tidak terbelenggu dengan pendapatnya
sendiri. Tentu, terbuka dengan hal-hal baru tidak harus
menjadikan kita
mengikuti hal-hal baru tersebut. Kita bisa mengolahnya,
menyaring hal-hal
yang baik, dan menyesuaikan dengan nilai-nilai yang kita
anut.
Orang yang kreatif bisa dilihat dari kebiasaannya
sehari-hari tatkala pergi ke
kantor. Usahakan kita jangan melewati jalur yang sama, sekali-kali cari jalan
lain. Biasanya kita pun akan mendapatkan ide-ide atau
sesuatu yang baru pula.
Ketiga, berani memikul risiko.
Semua tindakan kreatif biasanya akan mengundang risiko.
Adalah mimpi
melakukan sesuatu yang baru tanpa adanya risiko. Rasulullah
SAW adalah orang
yang kreatif dengan membawa ajaran baru (Islam) ke
tengah-tengah umatnya.
Konsekuensinya, beliau dimusuhi dan diperangi. Demikian pula dengan Thomas
Alfa Edison. Ia adalah orang kreatif yang berani gagal
beribu-ribu kali sebelum
menemukan bola lampu. Untuk menjadi kreatif, kita
harus berani menanggung
risiko, keluar dari zona nyaman.
Keempat, memiliki semangat yang membara untuk sukses dalam
hidup.
Tanpa semangat, mustahil kita akan mendapat banyak hal dalam hidup. Semangat
biasanya akan melipatgandakan kemampuan seseorang untuk berprestasi.
Orang yang kreatif, hari-harinya akan selalu bersemangat untuk berproses dalam
menggapai semua hal yang diinginkannya. Kita harus bertanya, bersemangatkah
kita dalam hidup? Apakah kita ini seorang yang bermental lemah
dan selalu
kalah dalam memperjuangkan cita-cita? Kita sendiri yang bisa
menjawabnya.
Kelima, nilai kreativitas akan semakin lengkap dengan hati yang jernih sebagai
buah dari ibadah yang berkualitas.
Biasanya, kejernihan hati akan melahirkan firasat dan
ide-ide cemerlang yang
akan menjadi nilai tambah dalam kehidupan seorang Muslim.
Bahkan, karya-karya monumental biasanya berawal dari kejernihan hati dan
ketajaman
pikiran. Perlu ditekankan bahwa firasat dan ide akan lebih abadi bila
kita segera menuliskan
dan merealisasikannya dalam tindakan nyata. Biasanya ide
yang cemerlang akan
mati begitu saja bila tidak diamalkan. Sebaliknya, sebuah
ide akan meningkatkan kualitas diri tatkala ia dipraktikkan dalam kehidupan.
Semoga Allah Yang Mahaagung, memberi
kemampuan pada kita untuk menjadi
seorang yang kreatif dalam hidup; kreatif yang positif; kreatif yang lahir dari
kejernihan batin sebagai buah dari ibadah yang berkualitas. Karena itu, marilah
kita menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik
……perbaikan diri dengan
menjadi hamba-hamba yang kreatif
(Thx to PANJI…thanks for helping me)





Recent Comments