rentang waktu berjalan paripurna tak tuntas
tak tertera jelas pijakan batas waktu semasa
selagi hidup masih selaras dengan nafas cinta
tetaplah jiwa terpaut saling memagut indah
helaian tirai sutera emas harus dibentangkan
bagai layar perahu besar terkembang pasang
menjaring dan merenda butiran angin kencang
demi melaju pesat merapat ke nusa harapan
terbelah antara logika dan rasa jiwa
kian menepikan keluh kesah kesunyian rindu
pengabdian tulus menyentak kesejatian karsa
perih berpaling memunggungi segala angan cinta
paras murung tertunduk pasrah pada maklumat
redup sinar wajah tertutupi topeng pelakon hidup
sempurna lalui alur perjalanan melelahkan
undakan tapak tangga menuju dampar kencana
telah terhampar pesona merah karsa dan karyamu
menanti jejak langkahmu anggun berkharisma
ninggalkan jejak terdalam di palebahan jiwaku
sebagai prasasti ikrar kepastian cinta sejatimu
selamat datang kehidupan sunyi semasa
…. di angkasamu yang biru berbintang
…..di tanah bumiku yang rindang hijau pepohonan
selamat menjulang tinggi terbangmu sekarang dan nanti
garuda-ku…
jangan robek dan patahkan sayap-sayap kekuatanmu
tetap tegakkan kepala anggunmu yang indah
jangan lumuri bulu-bulumu dengan lumpur sesal dan kesal
tak perlu menggugat takdir yang terpilih untukmu
yang tertulis jauh sebelum keberadaanmu di sini
tak perlu meratapi sepinya rongga-rongga hati kita
dulu semarak penuh dendang dan kidung asmaradhana
karena jiwa sejati kita adalah kesejatian patriot
jiwa kita adalah bukan milik kita lagi seutuhnya
selamat jalan sang pejuang,
kuhantar pergimu dengan cintaku dan harapan terbaik
kunanti dengan cintamu dan doa terbaik di setiap saatku
dan kupercayai, suatu saat nanti….
engkau tahu pasti di mana akan menjemputku
untuk kau bawa serta terbang tinggi dan lebih tinggi lagi
tuntaskan impian indah kita
yang masih tersisa…..
———- Jakarta, Awal Maret 2007 \ awan gelap di atas kotaku
Recent Comments