Posted by:
KUNING |
March 7, 2007 06:40 AM
—————————
hehehe…senggol-senggolan yuuuuuuukkk…
senggol-senggolaaannnnnnn…eemmmhhh!!
:p lol
Posted by:
KUNING |
March 7, 2007 06:40 AM
—————————
hehehe…senggol-senggolan yuuuuuuukkk…
senggol-senggolaaannnnnnn…eemmmhhh!!
:p lol
Aku wong JAWA, iki piwulange mbah buyutku….
Tahu arti kata di atas? artinya adalah
SAYA ORANG JAWA, INI LHO AJARAN-AJARAN DARI
EMBAH BUYUT/NENEK MOYANGKU…
(kalau orang Jawa, sering pake Lhoo!)
Dear All,
Teman-teman saya berasal dari berbagai ragam etnis,
sedangkan dalam kesehariannya tetap saja saya dadi
wong JAWA utun alias ASLI JAWA, walau mungkin
tampilan luar saya ‘ agak berbeda’ itu menurut teman-
teman yang mengenal saya sih.
Kadang dalam kesehariannya, ke-jawa-an saya sering
menjadi bahan ledekan oleh teman-teman saya yang
non Jawa, entah karena gaya bicara, cara berpikir
saya, atau mungkin sikap dan bahasa tubuh sehari-hari
yang saya gunakan dalam bergaul…hanya ada beberapa
yang konon menjadi ciri khas Jawa, tidak saya punyai
yaitu BASA BASI…hahaha…saya kehabisan stok itu.
‘Huuuuh….dasaar orang Jawa kowek luuh!!!’ begitu
nyanyian teman-teman saya. Hahahaha…
LHAAAHHH??? memangnya apa salahnya dengan
ke-JAWA-an saya siih???
Selama ini saya begitu bangga dengan ke-Jawa-an saya,
walaupun saya juga tidak pernah menganggap etnis lain
lebih jelek dari Jawa. Saya lebih percaya pada kualitas
pribadi masing-masing tanpa memandang asal individu
yang bersangkutan. Latar belakang kedaerahan memang
perlu diketahui sejauh untuk kepentingan tertentu lainnya,
yang tidak akan saya bicarakan di sini.
Karena saya WONG JAWA, maka saya ingin bagikan
ajaran keseharian nenek moyang saya kepada sesiapa
saja, dengan harapan jika itu menurut mereka baik,
tidak ada salahnya kan untuk direnungkan, syukur-syukur
diamalkan, tanpa melihat ini ajaran darimana dan oleh
etnis apa, karena sesungguhnya kehidupan di dunia ini
adalah kehidupan bersama,tanggung jawab bersama,
satu dengan yang lain selalu berkaitan.
Dalam dunia yang heterogen dan selalu berkembang
dinamis serta kian mengarah globalisasi total, bisa
jadi akan lebih mungkin terjadi bentrokan sebagai
akibat ketidak-sepahaman atas nilai-nilai hidup yang
dipegang masing-masing.
Itulah perlu dipelajari ajaran-ajaran budi pekerti untuk
paham tenggang rasa (lagi-lagi ajaran wong Jawa…
hehehe)
Dibawah ini adalah salah satu ajaran moyang saya,
Raden RMP Sosro Kartono, yang jaman dulu dikenal
sebagai seorang CLAIRVOYANT,yaitu mampu melihat
sesuatu sebelum terjadi.
————————————————————–
sugih tanpa bandha,
digdaya tanpa aji,
nglurug tanpa bala,
menang tanpa ngasorake,
trimah mawi pasrah,
suwung pamrih, tebih jirih,
langgeng,
tan ana susah, tan ana bungah
anteng manteng, sugeng jeneng
durung menang yen durung wani kalah
durung tunggul yen durung wani asor
durung gede yen durung wani cilik
………… ARTINYA :
kaya tanpa harta,
sakti tanpa ajimat,
menyerbu tanpa pasukan,
menang tanpa menghina yang dikalahkan,
menerima dengan pasrah,
sepi/tanpa pamrih, jauh dari rasa takut.
selamanya,
tak ada rasa susah, tak ada rasa senang,
tenang dalam menghadapi segala sesuatu.
belum menang jika belum berani kalah,
belum unggul jika belum berani rendah,
belum besar jika blm berani jadi kecil.
——————————————————————-
memang dibutuhkan pemahaman yang agak mengernyitkan
jidat ketika membaca kalimat-kalimat di atas, namun saya
yakin dengan pemahaman rata-rata minimal pemakai
komputer (khususnya main FS),pastilah bisa mengambil
hikmah dari kalimat ajaran nenek moyang saya itu.
Mungkin itulah yang dimaksudkan proses perenungan,
hingga akhirnya sedikit demi sedikit akan mencapai level
pengertian yang dimaksud. Ooh begitu tho maksudnya!!
Itulah seni belajar ajaran batiniah.
Finally, jangan pernah merasa malu dengan ‘rasa kedaerahan’
anda, tetapi juga jangan menjadikan kebanggaan anda itu
sebagai sebuah kesombongan pribadi,
karena dari bumi di mana anda dilahirkan/berasal, akan selalu
terbawa pengaruh positif/negatif kemana pun anda pergi,
sehingga bisa-bisa anda kuwalat sendiri…hehehe..
salam katresnan wong JAWA,
RERE, di Jakarta.
hai perempuan cacat
bangkitlah maskulinmu…
bangkitlah dari jiwamu
jiwa maskulinmu ada,
dia ada dan bersemayam
aku…..
lelaki….
persemayaman kefimininanku menanti
jiwa maskulinmu….
hai
perempuan cacat….
maskulinmu akan selalu memimpin jiwa femininmu.
femininmu akan selalu menebarkan cinta
kepada maskulinmu….
hanya wanitamu yang cacat,
femininmu tidak pernah akan cacat,
karena cinta bersemayam disitu.
femininmu takkan terjajah lagi oleh kelaki-lakian,
karena setiap laki-laki pun bersemayam jiwa feminin.
ego hanya bersarang pada kelaki-lakian
bukan kemaskulinan
maskulin hanya tempat memimpin, melindungi,
mengayomi dan komitment.
Posted by:
KUNING |
March 7, 2007 02:53 AM
Perbedaan adalah berkah….
karena pada esensinya perbedaan itu
memang diciptakan dengan sengaja…
Kita ibarat asalnya satu yang besar,
mana kala kita harus melewati lorong yg sempit,
kita harus dipecah-pecah terlebih dahulu.
Perpecahan itu hanyalah solusi antara
untuk melewati suatu lorong yang sempit
yaitu dunia ini.
kita sekarang adalah pecahan-pecahan itu.
selama kita menjadi
pecahan itu tak ada yang sama
dan sebangun potongan2nya….dan selalu
berbeda.
suatu saat kita akan kembali besar,
setelah melewati lorong sempit ini.
dan perbedaan ini bukanlah untuk dibedakan,
bukanlah sumber gesekan
gesekan yang menimbulkan konflik,
tetapi sebenarnya perbedaan itu di
ciptakan sang Maha
untuk sengaja menimbulkan gesekan-gesekan
yang pada
akhirnya melahirkan suatu synergi.
marilah kita saling bergesek, agar synergi itu terlahir.
synergi cinta itu akan terlahir
manakala perbedaan itu selalu saling bergesek.