Kau kenakan jubahmu, kau perankan laki-laki
Kau kenakan kerudungmu, kau perankan perempuan
Berjalanlah
Berpetualanglah
Bermain mainlah
Panggung ini dapat kau lestarikan
Panggung ini dapat kau hancurkan
Panggung ini dapat kau mainkan
Setelah kau pakai jubah dan kerudungmu
Marilah beradu gaya argumentasi
Marilah bersaing pamerkan arogansi
Tak ada yang salah
Tak ada yang benar
Karena semuanya hanya kepura-puraan belaka
Karena semuanya hanyalah penghayatan peran-peranmu.
Kegelapan dan kejahatan pun tak ada
Yang ada hanyalah belum datangnya cahaya pencerahan
Yang ada hanyalah belum tibanya cinta kedamaian.
Pangeran-Pragawawan, Sang Putri-Peragawati
Masuklah ke dalam bilik kecil itu
Lepaskan Pakaian pakain kebesaranmu
Maka kau akan lepas dari dunia fashion mu,
…dunia perbudakanmu
Karena,
Semua yang kau pakai
Jenis kelaminmu,
Pikiran pikiranmu,
Perasaan perasaanmu,
Hanyalah assesories mu untuk berjalan di catwalk dunia ini.
Kau lepaskan saja semua pakaian pakaian nuranimu,
Maka kau akan menemukan kedamaian cinta abadi
—- ———by: KUNING | March 21, 2007
**…ketika kita tak lagi ada jubah dan kerudung,
APA dan DI MANA diri kita sesungguhnya?
apakah kita adalah tetap sebagai kita?
sadarkah diri ini bahwa semua tak akan kita miliki,
kehidupan dan segala isinya, hanyalah pinjaman
sang pemilik, Sang Esa, Yang Maha Berpunya
sesungguhnya kita adalah manusia papa
dengan atau tanpa jubah dan kerudung
sejatinya kita tetap telanjang di depan Tuhan,
bahkan di depan hati nurani kita sendiri
mau lari dan sembunyi di mana kita?
———————- RR, sebuah masa perenungan…
Yesterday…
life was such an easy game to play,
now I have no place to hide away,
Oh I believe in yesterday…
(John Paiman Lenon)
Posted by: Prasojo | March 21, 2007


Recent Comments