Archive for August, 2007

31
Aug

SILATURAHMI itu PERLU, PENTING

Pada sebuah pertemuan di mesjid, Nabi Daud ditemui oleh malaikat Jibril yang duduk di sebelahnya. Malaikat Jibril memberitahu bahwa ada satu di antara jemaah yang sekarang sedang berada di mesjid itu, umurnya tinggal seminggu lagi, sambil menunjuk ke sebuah nama si Fulan. Malaikat Jibril juga minta supaya Nabi Daud memberitahukan kepada yang bersangkutan untuk bersiap-siap. Setelah malaikat Jibril pamitan, nabi Daud termenung sejenak dan memikirkan bagaimana caranya memberitahu si Fulan.

Si Fulan akhirnya dipanggil, dan walaupun dengan cara terhalus pun, pemberitahuan nabi Daud  bahwa usianya tinggal seminggu lagi, disambut dengan loncatan dari duduknya hingga terjengkang…dia langsung lunglai lemas dan  pucat pasi. Dia sangat paham bahwa usia telah ditentukan oleh Allah SWT.
Sepulang dari Mesjid, dia hanya melamun saja. Selebihnya dia kehilangan semangat untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari, karena dia pikir..toh tidak ada gunanya lagi. Dia akan segera mati.

Si Fulan hanya ingin bahwa di saat kematiannya, ingin keluarga besarnya berkumpul di rumah dia, sehingga tidak perlu merepotkan semua pihak, artinya dia berusaha mempersiapkan segala urusan tetek bengek perlengkapan mengurus jenazah, seperti beli kain kafan, menyiapkan nisan, belanja untuk selamatan dan sebagainya.

Lalu apa yang dia lakukan selanjutnya?… dia melakukan tour dari satu saudara ke saudaranya yang lain yang berbeda-beda tempatnya. Fulan mengundang semua kerabatnya untuk datang ke rumahnya pada hari kematiannya.
‘emang ada acara apaan sih Bang…abang naek pangkat ye?’
‘kagak juga…aye cuman pengin ente-ente kumpul untuk melepas kepergian aye..’
‘abang mau naek haji ya Bang?’
‘bukaaaaan..aye mau mati hari itu..’
‘??????’

Begitulah rata-rata percakapan yang dilakukan Fulan sepanjang hari, sepanjang minggu itu. Berkeliling  ke rumah saudara-saudaranya. nmengabarkan keadaannya dan Mohon maaf …Waktu demi waktu berlalu, hari demi hari terlewati, hingga kemudian sampai pada hari penentuan kematian si Fulan. Dia menghitung sejak pertemuannya dengan Nabi Daud.

Pada hari H, singkat kata  rumah Fulan telah dipenuhi oleh sanak kerabatnya yang datang dari berbagai penjuru. Mereka langsung sibuk mengerjakan urusan-urusan pemeliharaan jenazah, … para ibu-ibu sudah sejak pagi memasak dalam jumlah besar, para bapak-bapak mneurus kursi dan bahkan lubang kubur pun sudah digali..Sementara Fulan juga sibuk berkeliling menyapa kerabatnya dan minta maaf jika ada kesalahan juga meminta doa kerabat sepeninggalnya nanti…Pendek kata, semua sudah siap tinggal menunggu kedatangan Malaikat Pencabut Nyawa mengambil kembali nyawa si Fulan.

Tak terasa, karena kesibukan masing-masing, sejak pagi hari , maka sekarang sudah beranjak maghrib… si Fulan masih saja sibuk  ngobrol kesana-kemari. Akhirnya istri Fulan menghampiri Fulan dan bertanya :
‘Be…lhaah kapan neh jadi berangkat? ‘   
(duuh nanyak berangkat mati kayak nanyak mo ke pasar aja..kikikikikkk)
‘wah..kagak tau d Mak…aye juga bingung, katanya hari ini…nih udah Magrib nih…kok aye masih ada sehh’
‘Bukan gituh Be..aye nanyakk tuh..jangan sampe ntar Babe ninggalnya pas mereka dah kecapekan udah lemes karena udah kerja seharian ngurusin urusan Babe nooh..emang Nabi Daud kagak bilang jam berapanya?  ‘
‘iyee..aye lupa nanyak waktu itu…ya udah mending aye kerumah nabi aja ya…mau nanya..jadi gak nunggu-nunggu begini yakk..’
‘Bener Be..cepetan gih ke rumah beliau..tanya jam berapa-nya ya, klo perlu menitnya ama detilnya juga Be..biar gak ribet ginih..’

Akhirnya si Fulan mendatangi rumah Nabi Daud. Nabi sedang sholat, dan menemui fulan sesudahnya.
‘Ada apa Fulan?’
‘maaf Nabi…saya mau tanya…jam berapa ya saya meninggal, karena semua keluarga saya sudah kumpul, sudah siapin semuanya..kan malu Nabi kalau  ternyata mundur-mundur besok-besok, dikira saya menipu mereka …jadi tepatnya jam berapa ya Nabi?..nanti saya akan beritahukan kepada mereka semua…’

Nabi Daud memandang Fulan dengan senyuman bijak. Nabi Daud kemudian merangkul si Fulan, lalu berkata pelan :
‘begini Fulan…sebenarnya ajalmu seharusnya siang hari tadi. seharusnya kamu saat ini sudah wafat. Namun..namun nih…karena seminggu ini Allah melihatmu rajin bersilaturahmi ke sanak saudara kerabatmu dari yang dekat sampe yang jauh, akhirnya itu membuat Allah berkendak memanjangkan umurmu…bersyukurlah kamu Fulan! ..’

begitulah kisah si fulan.
KEPASTIAN AJAL memang hak ALLAH, dan jika takdir ajal telah ditentukan tak sesiapa pun bisa mengganjal…maka  PERUBAHANNYA PUN ATAS KEHENDAK ALLAH juga….SILATURAHMI ternyata bisa membuat perubahan takdir. Seperti terjadi pada si Fulan.

begitulan kisah tentang Kemurahan Karunia Illahi yang terjadi karena SILATURAHMI..
Yuuk silaturahmi yuukk..
.

*** menjelang memasuki bulan Ramadhan, sebaiknya kita perbanyak silaturahim…bersilaturahmi kepada sanak kerabat, orang-orangtua, teman-teman dan orang-orang yang kita kenal. ..Memohon maaf lahir dan batin ,..sebagai bagian dari upaya membersihkan diri untuk persiapan  menunaikan ibadah puasa wajib Ramadhan.
SELAMAT DATANG RAMADHAN-ku..MARHABBAN ya RAMADHAN…

Jakarta, 01 September 2007 \ RR…
——————————————–
Selamat menunaikan ibadah PUASA RAMADHAN, mohon MAAF LAHIR BATIN.

09
Aug

langitku rumahku


andaikan
berani untuk nekad, itu sama saja mencari mati
jika
berani untuk tidak nekad, itu bisa disebut hidup

namun mengapa langit tak merestuinya?
selalu saja ada iya dan tidak
mengapa?
entahlah…

langit itu istimewa
mudah menang walau tak bersaing
walau tak bertanya, langit selalu mendapat jawaban tepat
mampu mendatangkan meski tak memanggil
pakar rancangan detil dan rumit, walau nampak tenang
 

…. jala langit itu terbentang lebar….sangat lebar

walaupun jaringnya jarang-jarang

siapa bisa menerobos keluar?


tak ada.




 

August 2007
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Pages