tatkala petang baru saja menapak menuju malam
satu kepala kecil, terkulai di pelukan
tubuh hangat tentram terselimuti hembusan cinta
sang bunda
…lantunan kidung sayang mengantarnya
menjemput mimpi-mimpi kecil
yang kelak ditenun alam raya menjadi sebuah
impian agung…
… BELAIAN SAYANG
Waktu hujan turun
Rintik perlahan
Awan pun menepi
Alam mencekam
Kutimang si buyung
Belaian sayang
Anakku seorang
Tidurlah tidur
Ibu berdoa, ayah menjaga
Agar kau kelak, jujur melangkah
Jangan engkau lupa
Tanah pusaka
Tanah air kita
Indonesia
———————————
**…ketika tangan lembut seorang perempuan
membelai kepala kecil dipelukannya penuh cinta…
sesungguhnya dia sedang menganyam kemajuan
dan keagungan sebuah bangsa…
… tangan seorang perempuan itu,
sungguh bermakna untuk ikut menentukan,
bagaimana ‘rona warna’ wajah dunia di masa depan.
Bersyukurlah dan berjuanglah wahai Perempuan,
atas sebuah karunia yang sangat besar dari Allah,
sebuah kekuatan bagimu untuk merubah dunia…
Semoga tak sia-sia…tak disia-siakan…
MENGENANG Pejuang Perempuan,
Pembuka jalan menuju kebebasan berekspresi
RADEN AJENG KARTINI…
… TERIMAKASIH IBU …
21 April 2008,… dalam mimpi-mimpi kecil
0 Responses to “Perempuan dan Petang …”
Leave a Reply