oh la la….
dia kusebut miss IDIK AWON…
entah siapa dia sebenarnya…
entah di mana dia tinggal…
aku tak pernah tahu..
Ketika aku kecil, aku kenal satu perempuan pengemis,
yang bisa dibilang sudah jadi ‘langganan’ makan di rumahku.
Sehari sekali biasanya dia datang, dengan waktu tak tentu..
kadang pagi, kadang siang, kadang sore..semau dia saja..
tapi dia tak pernah datang di malam hari.
Kami menyebut dia sebagai ‘miss IDIK AWON’, walau
kami sebenarnya tidak tahu siapa nama aslinya, status dia,
bahkan masih miss atau sudah MRS..
Alasan kami memanggil dia sebagai miss Idik Awon,
itu karena dia selalu bilang/permisi…uluk salam dengan santun
memakai bahasa Jawa, dengan kalimat pendek…
‘…NYUWUN SEKEDHIK MAWON’…..
yang artinya minta sedikit saja yaa….
selalu itu kalimat yang keluar dari bibirnya yang keriput itu.
Dan memang kenyataannya dia CUMA minta SEDIKIT saja dari kami.
Cukup satu piring nasi dengan lauk seadanya…. Hanya itu saja.
Bahkan tidak pernah minta tambahan minum, atau
jika ditawari minum pun dia akan menolak dengan geleng kepala.
Dia selalu makan pake tangan, tak pernah aku liat dia pakai sendok…
dan ya itu tadi dia TAK PERNAH minta minum…tapi lucunya
malah minta AIR CUCI TANGAN di cawan yang sengaja dia bawa sendiri.
Kalau aku kebetulan ada di rumah, aku suka merhatiin dia,
melihat bajunya yang lusuh, tapi tubuhnya tidak kotor…
dan sungguh dia tidak bau, tapi juga tidak berbau wangi,
Dia sangat pendiam…jarang aku melihatnya bicara selain uluk salam.
bahkan sering aku ’sengaja’ nemenin dia makan…tapi kami tak bicara.
(menemani bukan berarti makan bersama tetapi aku berkesempatan
lebih memperhatikan dia dengan baik…)…dan ya Allah..
ternyata dia punya kebiasaan ‘unik’…setiap selesai makan,
dia segera mencuci tangannya di cawan air cucian tangan miliknya…
lalu AIR CUCIAN TANGANNYA itulah yang dia minum!!..
oohh..itulah sebabnya dia tak pernah minta air minum.
Entahlah apa yang kupikirkan saat itu…waktu itu aku masih kecil,
mungkin aku tak sempat berpikir tentang AIR BERSIH, AIR SEHAT,
apakah AIR CUCIAN TANGAN itu sehat atau tidak… tapi setidaknya
AKU MENCATAT, biar pun dia hanya pengemis, (mngkn jg krn terpaksa)
tapi terlihat sekali dia hanya minta sekedarnya, secukupnya,
selalu menerima apa saja yang diberi orang ke padanya, dan bahkan
jika dia sudah merasa cukup, maka dia tidak mau diberi lebih, seperti
dibungkuskan makanan untuk makan malam dia, ditolaknya.
Yang utama mengesankan bagiku adalah.. nampak sekali dia
TETAP tidak ingin merepotkan orang lain,
yang terwujud melalui cara-cara yang dia lakukan itu.
Dia…pengemis yang baik…dan luar biasa, karena punya kemampuan
mengendalikan ‘kecukupan’ bagi dirinya sendiri.
Tidak serakah, tidak aji mumpung di tengah kekurangannya itu.
‘Alhamdulillah,
Aku bisa belajar banyak dari dia…bagiku, dia ‘hebat’!!’
sungguh.
…..
Recent Comments