Author Archive for a-rere

23
Jul

miss IDIK AWON, dia pengemis, dia guruku…

oh la la….
dia kusebut miss   IDIK  AWON…
entah siapa dia sebenarnya…
entah di mana dia tinggal…
aku tak pernah tahu..

Ketika aku kecil, aku kenal satu perempuan pengemis,
yang bisa dibilang sudah jadi ‘langganan’ makan di rumahku.
Sehari sekali biasanya dia datang, dengan waktu tak tentu..
kadang pagi, kadang siang, kadang sore..semau dia saja..
tapi dia tak pernah datang di malam hari.

Kami menyebut dia sebagai ‘miss IDIK AWON’, walau
kami sebenarnya tidak tahu  siapa nama aslinya, status dia,
bahkan masih miss atau sudah MRS..

Alasan kami memanggil dia sebagai miss Idik Awon,
itu karena dia selalu bilang/permisi…uluk salam dengan  santun
memakai bahasa Jawa, dengan kalimat pendek…
‘…NYUWUN SEKEDHIK MAWON’…..
yang artinya minta sedikit saja yaa….
selalu itu kalimat yang keluar dari bibirnya yang keriput itu.

Dan memang kenyataannya dia CUMA minta SEDIKIT saja dari kami.
Cukup satu piring nasi dengan lauk seadanya…. Hanya itu saja.
Bahkan tidak  pernah minta tambahan minum, atau
jika ditawari minum pun dia akan menolak dengan geleng kepala.

Dia selalu makan pake tangan, tak pernah aku liat dia pakai sendok…
dan ya itu tadi dia TAK PERNAH minta minum…tapi lucunya
malah minta AIR CUCI TANGAN di cawan yang sengaja dia bawa sendiri.

Kalau aku kebetulan ada di rumah, aku suka merhatiin dia,
melihat bajunya yang lusuh, tapi tubuhnya tidak kotor…
dan sungguh dia tidak bau, tapi juga tidak berbau wangi,
Dia sangat pendiam…jarang aku melihatnya bicara selain uluk salam.
bahkan sering aku ’sengaja’ nemenin dia makan…tapi kami tak bicara.
(menemani bukan berarti  makan bersama tetapi aku berkesempatan
lebih memperhatikan dia dengan baik…)…dan ya Allah..
ternyata dia punya kebiasaan ‘unik’…setiap selesai makan,
dia segera mencuci tangannya di cawan air cucian tangan miliknya…
lalu AIR CUCIAN TANGANNYA itulah yang dia minum!!..
oohh..itulah  sebabnya dia tak pernah minta air minum.

Entahlah apa yang kupikirkan saat itu…waktu itu aku masih kecil,
mungkin aku tak sempat berpikir tentang AIR BERSIH, AIR SEHAT,
apakah  AIR CUCIAN TANGAN itu sehat atau tidak… tapi setidaknya
AKU MENCATAT, biar pun dia hanya pengemis, (mngkn jg krn terpaksa)
tapi terlihat sekali dia hanya minta sekedarnya, secukupnya,
selalu menerima apa saja yang diberi orang ke padanya, dan  bahkan
jika dia sudah merasa cukup, maka dia tidak mau diberi lebih, seperti
dibungkuskan makanan untuk makan malam dia, ditolaknya.

Yang utama mengesankan bagiku adalah.. nampak sekali  dia
TETAP tidak ingin merepotkan orang lain,
yang terwujud melalui  cara-cara yang dia lakukan itu.
Dia…pengemis yang baik…dan luar biasa, karena punya kemampuan
mengendalikan ‘kecukupan’ bagi dirinya sendiri.
Tidak serakah, tidak aji mumpung di tengah kekurangannya itu.

‘Alhamdulillah,
Aku bisa belajar banyak dari dia…bagiku, dia ‘hebat’!!’
sungguh.

…..

22
Jul

Children Learn What They Live…

Children Learn What They
Live
By Dorothy Law Nolte, Ph.D.

If children live with criticism,
they learn to condemn.
If children live with hostility,
they learn to fight.

If children live with fear,
they learn to be apprehensive.
If children live with pity,
they learn to feel sorry for themselves.

If children live with ridicule,
they learn to feel shy.
If children live with jealousy,
they learn to feel envy.
If children live with shame,
they learn to feel guilty.

If children live with encouragement,
they learn confidence.
If children live with tolerance,
they learn patience.
If children live with praise,
they learn appreciation.

If children live with acceptance,
they learn to love.
If children live with approval,
they learn to like themselves.
If children live with recognition,
they learn it is good to have a goal.

If children live with sharing,
they learn generosity.
If children live with honesty,
they learn truthfulness.
If children live with fairness,
they learn justice.

If children live with kindness and consideration,
they learn respect.


If children live with security,
they learn to have faith in themselves and
in those about
them.


If children live with friendliness,
they learn the world is a nice place
in which to live.

08
Jun

IF I were YOU …

If

IF I WERE YOU …

You seem to find the dark when everything is bright
You look for all that’s wrong instead of all that’s right
Does it feel good to you to lean on my parade
You never say a word unless it’s to complain
It’s driving me insane

If I were you
Holding the world right in my hands
The first thing I’d do
Is thank the stars for all that I have

If I were you
Look at what’s around you now
More than you ever dreamed
Have you forgotten how just hard it used to be?
So what’s it going to take for you to realize
That all could go away in one blink of an eye
It happens all the time

If I were you
Holding the world right in my hands
The first thing I’d do
Is thank the stars above
Tell the world I love that I do

Yeah if I were you
Yeah if I were you
If I were you
If I were you

So what’s it going to take for you to realize
It all could go away in one blink of an eye
It happens all the time

If I were you
Holding the world right in my hands
The first thing I’d do
Is thank the stars above
For the world I love
Take a breath and enjoy the view
Live the life that I wanna do

If I were you
If I were you
If I were you

(by Hoobastank)

06
Jun

Mengalah walau Tak Kalah

MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH
MENGALAH UNTUK PERDAMAIAN BERSAMA..

   


Sikap mengalah memang bukanlah sikap yang populer untuk kehidupan kita  sekarang ini. Justru orang yang mengalah seringkali menjadi korban pihak lain, antara lain diinjak-injak haknya, dizholimi, dipojokkan, sehingga malah menjadi orang yang dirugikan, hal demikian akhirnya membuat kita cenderung mengembangkan sikap yang berlawanan,  yaitu  sikap tidak mau mengalah.
Jika sikap tak mau mengalah ini diterapkan pada hal-hal yang tepat, tidak apa-apa.
Masalahnya sikap ini sering kali kita bawa ke dalam aspek-aspek kehidupan  sehari-hari, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat.

Penyebab sikap tidak mau mengalah , seringkali adalah


1. Merasa diri kita LEBIH TAHU
Kita menganggap kitalah yang mengetahui kebenaran dan mengharapkan pihak yang satunya mengiyakan pandangan kita.
Sifat dasar pengetahuan adalah kesombongan, artinya jika tidak hati-hati maka pengetahuan akan mudah sekali membuat orang yang bersangkutan menjadi sombong dan takabur.
Pengetahuan sejati bukanlah pengetahuan yang bersifat intelektual atau pengetahuan yang bersifat kognitif yakni dalam pikiran kita., melainkan kita dianggap berpengetahuan jika kita mempunyai  lebih dari sekedar pengetahuan, yaitu Mengerti dan Bijaksana (dalam mengamalkan pengetahuan tersebut)

2. Merasa diri kita BERHAK (punyak hak atas sesuatu)
Dengan berpendapat  bahwa kita merasa yang paling berhak atas semuanya, berhak tidak sakit hati, berhak atas pemahaman kita, dan berhak atas yang lainya, maka akan membuat diri kita berbuat sedemikian rupa membela/memperjuangkan  ‘hak’ kita itu.
Sebenarnya hak-hak yang paling baik adalah melepaskan hak pribadi untuk kemaslahatan/kepentingan bersama.

3. Merasa diri PALING BENAR
Karena kita merasa lebih berpengetahuan, atau katakanlah terjadi peningkatan ego kita yang luar biasa, atau kita memiliki kekuasaan yang lebih, maka kita cenderung merasa diri kita paling benar, sehingga kita sangat sulit untuk bersikap mengalah, meski  pun kadang kita tahu sebenarnya kita adalah pihak yang salah

Kita sama-sama mengetahui bahwa dalam menyelesaikan suatu masalah, bila kedua belah pihak selalu mau menang sendiri, tidak ada yang mau mengalah, maka bisa dipastikan tidak akan berhasil diselesaikan dengan baik, bahkan selamanya mungkin tidak akan bisa membereskan masalah-masalah tersebut. Padahal dengan mengalah dapat menetralisir segala pertikaian, masalah besar akan menjadi kecil dan masalah kecil akan dinihilkan, suasana tegang akan berubah menjadi tenang damai.

Mengalah juga menunjukkan kelapangan dada/hati seseorang, juga memperlihatkan pandangan orang itu tidak sama dengan orang-orang pada umumnya. Juga menandakan bahwa orang tersebut berjiwa matang.

Kita sering mengalami perbedaan pendapat atau berbeda keinginan dengan orang lain dalam hubungan interaksi sosial kita sebagai manusia, perbedaan pendapat atau keinginan tidak akan terjembatani hanya dengan perdebatan-perdebatan, apalagi  jika dengan diwarnai saling menyalahkan dan pemaksaan kehendak. Sikap saling menyalahkan dan pemaksaan kehendak hanya akan mengakibatkan sakit hati pada kedua belah pihak.

Jalan keluar atau solusi yang rasional dan manusiawi dari konflik perbedaan pendapat atau keinginan justru terletak pada  sikap "mengalah dalam pengertian yang benar". Artinya, tidak memaksakan kehendak atau kesukaan diri sendiri, tetapi membiarkan diri mengikuti kehendak orang lain, demi terjadinya perubahan-perubahan rasional dan manusiawi (perbaikan-perbaikan), baik dalam diri sendiri maupun diri orang lain. Langkah ini memungkinkan terjembataninya perbedaan-perbedaan di antara mereka yang berbeda.

Perbuatan mengalah, walaupun kadang menyesakkan dada, tetapi lebih banyak membuahkan kebaikan ketimbang sikap bersikukuh menganggap diri sendiri paling benar.
Mengalah juga merupakan pilihan sikap yang jauh lebih dewasa dan bijaksana,
merendahkan hati dan mengalah mampu menepis keegoisan dan rasa direndahkan
dan mampu meningkatkan harga diri , tak jarang sikap mengalah walau tak kalah ini merupakan jawaban dari rentetan kegalauan dan gejolak hati yang ingin selalu dimenangkan,

Cobalah berbicara sejenak dengan hati nurani. apakah sedemikian ruginya jika mengalah?
tentu saja tidak, jika kita berpikir bahwa hasilnya adalah sebuah perdamaian dan penyelesaian yang adil dan bijaksana dan bisa diterima semua pihak.

Pernah dengar kata pepatah bijak "mengalah bukan berarti kalah".
Sifat mengalah dikatakan akan membawa berkah.
Setidaknya, menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan.

"Wani ngalah luhur wekasane"
(Barangsiapa berani mengalah, maka pada akhirnya ia akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan)

03
Jun

kidung lawas dan kau …

LET IT BE ME
(the everly brothers)

I bless the day I found you
I want to stay around you
And so I beg you
Let it be me

Don’t take this heaven from one
If you must cling to someone
Now and forever
Let it be me

Each time we meet love
I find complete love
Without your sweet love
What would life be

So never leave me lonely
Tell me you’ll love me only
And then you’ll always
Let it be me

Each time we meet love
I find complete love
Without your sweet love
What would life be

So never leave me lonely
Tell me you’ll love me only
And then you’ll always
Let it be me

———-

kriing…kriiing…
halo…??
halo…selamat malam !!
maaf…siapa ini?

tak ada jawaban…sesaat  kemudian…

terdengar  kidung lawas…  let it be me…
mengalun merdu dari suara bariton itu
warna suara lelaki tegap gagah itu,
menyentuh dingin jauh di dasar hatiku..

ya Tuhan…
kidung itu adalah …???
kidung lawas itu…. dia??
dia dan kidung putihnya untukku…

lelaki yang pernah ada,
selalu ada…
akan selalu ada…

lelaki pada suatu masa..
yang tak pernah bisa kupajang potretnya di mejaku
namun selalu ada lukisan cintanya di hatiku..

selamat malam…
entah berapa lama engkau tak ada di sini
tapi seperti katamu
engkau akan datang…sekarang, esok, dan esoknya lagi
kau akan selalu datang
memberi ruh pada bayang wajahmu
di hatiku.

**selamat malam, lelaki…
terimakasih untuk  cinta dan keteguhanmu
dalam sebuah penantian,
yang tak kutahu
entah sampai di mana batas waktumu…

01
Jun

separuh jiwaku

duhai perempuan tangguh yang lembut hatinya!

maaf… karena ku selalu buat kau kesal dan marah
karena kukotori putih hatimu dengan kerak kebencian
karena membuat damai hidupmu bersulam dendam
maaf… atas semua penderitaan yang aku sulam selama ini

maaf… karena kau selalu mengalah walau tak kalah
karena kau selalu patuh kepada tiraniku
karena kau jadikan aku sebagai  rajamu
karena kau sudi menjadi budak nafsuku
maaf…atas segenap kekejamanku selalu siksa batinmu

maaf… karena aku selalu keras kepala
maaf…karena aku buat kau kecewa dalam diammu
maaf… karena telah paksa kau masuk ke dalam kehidupanku

maaf untuk semua kekhilafan yang tak henti kusesali ini

Sepjiwa


terima kasih…
karena kau telah membuat hari-hariku demikian indah
terima kasih…
telah perlihatkan mata yang paling indah yang pernah kulihat
terimakasih….
untuk senyum paling manis yang pernah kunikmati
terima kasih…
karena kau telah pompa dan membuat aku memiliki semangat
terima kasih…
untuk mau mengakui aku lebih pintar dari kau,
….. walau sebenarnya tidak
terima kasih…
karena kau membuatku mengerti arti kesadaran dan tanggung jawab

bahwa kita harus berjuang untuk hidup,
bahwa hidup ini harus dijalani penuh semangat,
dengan perjuangan serta  kemauan keras

terima kasih…
karena kau berikan kebahagiaan terbesar dalam hidupku
terima kasih…
karena kesabaranmu yang luar biasa hadapi aku

telah kau ajari aku untuk doakan kebahagiaan orang-orang tercinta
telah kau ubah hidupku yang kosong  menjadi bermakna
kaulah satu-satunya membuatku akui kesalahan dan kebodohanku
telah kau berikan sesuatu yang belum mampu kuberikan padamu

terimakasih…
karena telah menjadi perempuan yang luar biasa, yang kucintai
dan takkan tertandingi ,
tak tergantikan oleh siapa pun  dalam kehidupanku

terima kasih… karena kau
telah menjadi bidadariku selama ini
telah menjadi malaikat penolongku dalam pencarian diriku
telah menjadikan arah yang benar untuk kutuju

aku tak akan kemana-mana…
bagaimana bisa?
hidupku tak sempurna tanpa kau di sisiku
aku ingin selalu  bersamamu….
karena…aku tak bisa tanpamu.

engkaulah separuh jiwaku…

19
May

if…..

IF 
(1909, "Rewards and Fairies")

IF you can keep your head when all about you
   
Are losing theirs and blaming it on you;

IF you can trust yourself when all men doubt you,
   
But make allowance for their doubting too;


IF you can wait and not be tired by waiting,
   
Or, being lied about, don’t deal in lies,

Or being hated don’t give way to hating,
   
And yet don’t look too good, nor talk too wise;

IF you can dream — and not make dreams your master;
   
IF you can think — and not make thoughts your aim,

IF you can meet with Triumph and Disaster
   
And treat those two imposters just the same;

IF you bear to hear the truth you’ve spoken
   
Twisted by knaves to make a trap for fools,

Or watch the things you gave your life to, broken,
   
And stoop and build ‘em up with worn-out tools;

IF you can make one heap of all your winnings
   
And risk it on one turn of pitch-and-toss,

And lose, and start again at your beginnings,
   
And never breathe a word about your loss;

IF you can force your heart and nerve and sinew
   
To serve your turn long after they are gone,

And so hold on when there is nothing in you
   
Except the Will which says to them: "Hold on!"

IF you can talk with crowds and keep your virtue,
   
Or walk with kings — nor lose the common touch,

IF neither foes nor loving friends can hurt you,
   
IF all men count with you, but none too much;

IF you can fill the unforgiving minute
   
With sixty seconds’ worth of distance run,

Yours is the Earth and everything that’s in it,
   
And — which is more — you’ll be a Man, my son!

07
May

nada renung

…sebuah lagu indah dari grup UNGU ini,
mungkin  bisa  sering  kita dengarkan
siapa tahu  ini akan memberikan serta
akan menggugah sebuah renungan bagi kita semua…
bahwa kita tidak tahu apa pun tentang hari esok.
apa yang terjadi dan bagaimana kejadiannya..
….semuanya adalah rahasia TUHAN…

Dadu1


—- ANDAI KUTAHU —-

andai ku tahu
kapan tiba ajalku
ku akan memohon
Tuhan tolong panjangkan umurku

andai ku tahu
kapan tiba masaku
ku akan memohon
Tuhan jangan kau ambil nyawaku

Chorus:

aku takut
akan semua dosa-dosaku
aku takut
dosa yang terus membayangiku

andai ku tahu
malaikatMu kan menjemputku
izinkan aku
mengucap kata tobat padaMu

ampuni aku
dari segala dosa-dosaku
ampuni aku
menangis kubertobat padaMu

aku manusia
yang takut neraka
namun aku juga
tak pantas di surga

andai ku tahu
kapan tiba ajalku
izinkan aku
mengucap kata tobat padaMu

04
May

bisik-bisik



….. walo malam berlari menuju dini ,
tetaplah deket-deket aku di sini
kita nikmati ini hingga pagi

Toesss

ssstttttttttt…..
bisik-bisik seru…..
 hahahahaha…

                            ssstttttttttt.….
                            bisik-bisik saru ….aakhh….aakhh…
                        ssstttttttttt..
                bisik-bisik lucu …..kikikikikikikk…

ssstttttttttt…..
bisik-bisik rindu ….muuu’aachhhh…
            ssstttttttttt……
                bisik-bisik i love you….  ehmmmm

ssstttttttttt.…..
     ….eehh tapi kok wagu….??????????
           sssttttttt….
          ….bisik-bisik ngelu ….
jempolmu bau taukk!!

                           

   ——— jakarta , mei  2008
   *** ngelu = pusing

03
May

kekalahan …



Kita selalu kalah oleh waktu
tak terasakah itu?

ketika jalan setapak nyaris menikung berseberangan

serentak memisahkan semua yang pernah terjalin mesra

Kita selalu kalah oleh waktu

untuk semua cerita ceria pada sebuah masa
takkan berbalik waktu lampau

meski teriakan kita guncang dunia

Kita kalah oleh waktu

keterasingan ini memupuk tanda tanya
bimbang
menarikan jiwa menggoyang
raga
sebuah selendang terburai dari pinggang

kini
…siapa diri kita ?
sesungguhnya…


Blog1

………. *betapa jarak terbentang antara jiwa-jiwa..




 

July 2009
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Pages